Ruang terbuka hijau

Perluas RTH dengan Lahan Kuburan?

Kompas.com - 26/09/2011, 15:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Tuntutan agar setiap daerah memiliki 30 persen ruang terbuka hijau sulit tercapai di Jakarta. Keterbatasan lahan dan mahalnya tanah membuat penyediaan ruang terbuka hijau sulit tercapai.

Saat ini, kondisi eksis ruang terbuka hijau (RTH) hanya 9,8 persen dari total luas Jakarta. Masih butuh lebih dari tiga kali lipat dari kondisi sekarang. "Untuk mencapai 30 persen, Jakarta butuh 200 kilometer persegi. Ini 200 kali lahan Monas. Bisa dikatakan ini impossible. Siapa yang mau berangkat dari Jakarta untuk memenuhi persyaratan ini?" ucap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat menjadi pembicara dalam lokakarya "Perubahan Iklim dan Kota Hijau" di Kementerian Pekerjaan Umum.

Dalam salah satu sesi lokakarya yang diisi pemaparan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Sarwo Handayani, kendala penyediaan ruang ini kembali dipaparkan.

Seorang peserta bernama Perangin-angin mengusulkan agar penambahan RTH Jakarta bisa menggunakan areal kuburan. "Jumlah orang yang meninggal semakin meningkat, lahan ikut meningkat. Jakarta bisa menanami kuburan ini dengan pohon-pohon besar tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan," ucap peserta itu.

Sarwo Handayani mengatakan, usul ini bagus dan menjadi masukan. Akan tetapi ia mengingatkan, penanaman di kuburan juga perlu dilakukan secara hati-hati. "Akar pohon-pohonnya itu bisa berantem dengan yang di bawah (tanah)," ucapnya disambut tawa peserta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau