JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengungkapkan saat ini pihaknya memang sudah mendapatkan pelaku dari bom di GBIS Solo, Jawa Tengah. Namun, ketika dikonfirmasi terkait nama dari pelaku, ia mengaku belum bisa memberikannya.
Hal ini karena masih dilakukan tes DNA pembanding antara pelaku dan orang-orang yang diduga keluarganya. Anton juga belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan orang yang sama dengan pelaku di bom Cirebon yaitu Yadi al Hasan alias Abu Fatih, Nanang Irawan alias Nang Ndut, Heru Komarudin, Ahmad Yosepa alias Hayat.
Meskipun demikian, disebut-sebut jenazah memiliki kemiripan wajah dengan salah satu dari DPO bom Cirebon. "Kita sudah dapatkan keluarga pelaku, istri dan anaknya. Tentu untuk memastikan yang bersangkutan si A atau si S tentu harus kita lakukan tes DNA agar nanti objektif, tidak salah. Ini masih didalami, apakah dia DPO dari hasil yg didapatkan nanti," ujar Anton di Gedung Humas Polri, Senin (26/9/2011).
Ia menyatakan belum bisa menyebutkan nama dua orang yang diperiksa DNA sebagai pembanding. Anton berjanji akan memberikan keterangan terkait hal tersebut, usai keduanya menjalani tes.
"Hanya namanya yang akan kita sampaikan. Tunggu dulu nanti kalau sudah cocok kita sampaikan," jelas Anton.
Seperti yang diketahui, saat ini jenazah dari pria yang diduga pelaku bom bunuh di di GBIS Kepunton telah menjalani proses otopsi. Jenazah tersebut dikirim dari Semarang jam 20.00 WIB, Minggu (25/9/2011) dan tiba di RS Polri Sukanto Kramat Jati pagi tadi 07.30 WIB.
Kabag Penum Kombes Boy Rafli Amar mengungkapkan, pria tersebut mirip dengan salah seorang pelaku bom Cirebon. Namun, kepastian belum bisa disampaikan jika hasil data pembanding belum terungkap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang