Terorisme

Benahi Administrasi Kependudukan

Kompas.com - 26/09/2011, 19:18 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Meski terus diburu, pelaku teror masih saja tiba-tiba muncul dan mengejutkan. Salah satu cara untuk mempersempit ruang gerak mereka adalah menertibkan administrasi kependudukan. Penertiban ini harus dimulai dari lingkungan terkecil di masyarakat, yaitu rukun tetangga.

RT maupun rukun warga (RW) seharusnya memiliki buku induk kependudukan. ”Buku itu berisi siapa saja warga yang memiliki KTP (kartu tanda penduduk) setempat, mana yang tidak. Dalam buku ini juga dimuat tentang mutasi warga dari tempat lain,” kata Kepala Seksi Mutasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kota Depok Endi Suhendi, Senin (26/9/2011) di Depok.

Buku tersebut, katanya, mirip dengan biodata warga secara detail. Masalahnya, kata Endi, sebagian besar RT dan RW tidak memiliki buku induk kependudukan. Hal klasik yang menjadi kendala adalah soal biaya membuat buku induk kependudukan.

Lantaran tidak ada anggaran dari pemerintah, sebaiknya warga setempat berinisiatif gotong royong membuatnya. Biaya seperti ini merupakan ongkos yang harus dibayar untuk menciptakan situasi aman di sekitar warga.

”Sayangnya, pengadaan buku induk seperti ini juga belum diatur dalam aturan kependudukan,” kata Endi. Dia mengatakan, tertib administrasi ini belum dapat menjamin situasi aman dari ancaman teror maupun gangguan kejahatan. Meski demikian, tertib administrasi kependudukan dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi warga yang mencurigakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau