Polisi Tangkap 3 Orang Pengedar Ganja di Jabotabek

Kompas.com - 26/09/2011, 19:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat berhasil mengelandang tiga orang pengedar ganja saat melakukan pesta narkoba di Kalideres, Jakarta Barat. Dari tangan tersangka polisi mengamankan 7 kg ganja dan 1 gram narkoba jenis shabu.

Para tersangka yang diamankan pada hari Sabtu, (24/9/2011) itu bernama Suryanto alias Alex warga Rawa Bokor,Cengkareng Jakarta Barat serta dua sahabatnya Jupri Hanafi dan Nawawi masing-masing warga Banten, Jawa Barat. Kepala Polisi Resort Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Setija Junianta menjelaskan hasil penangkapan tersebut karena pihak kepolisan mendapat laporan dari masyarakat setempat.

"Awal mula penangkapan ini, ada masyarakat melaporkan ada beberapa orang yang melakukan pesta narkoba jenis shabu di wilayah Kalideres. Saat kita grebek kita temukan shabu 1 gram serta bong dan setelah diselidiki di rumah Suryanto kami menemukan 7 kg ganja," jelasnya di Mapolres Jakarta Barat, Senin (26/9/2011)

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Setija, barang haram seberat 7 kg tersebut didapat tersangka dari Aceh yang dikirim lewat jalur darat dan akan diedarkan di daerah Jabotabek. Atas perbuatannya tersebut, ketiga orang ini kini meringkus di Polsek Kalideres dan dijerat pasal 114 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau