Bom solo

Pelaku Bom Bunuh Diri Belum Juga Diumumkan

Kompas.com - 26/09/2011, 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Markas Besar Kepolisian RI telah menyinyalir bahwa pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2011) lalu, diduga sebagai bagian dari jaringan bom di Cirebon.

Namun, hingga kini belum dipastikan siapa sebenarnya sosok yang jenazahnya sekarang sedang diuji forensik di Rumah Sakit Kepolisian Pusat RS Sukanto di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin itu.

Di kalangan wartawan, beredar perkiraan bahwa sosok jenazah itu adalah salah satu daftar pencarian orang (DPO) jaringan Cirebon yang pernah dilansir kepolisian, yaitu Ahmad Yosepa alias Hayat. Apalagi foto jenazah bom Solo dan Hayat saat menjadi DPO memiliki banyak kemiripian.

Dugaan itu kian menguat ketika salah satu polisi penyidik yang ditemui di RS Polri Kramat Jati membenarkan bahwa pelaku bom Solo kemungkinan besar adalah Ahmad Yosepa alias Hayat. ”Itu sudah A-1,” katanya.

Polisi itu menemani seorang ibu dan anak yang diduga keluarga pelaku bom untuk diuji forensik dan DNA di rumah sakit, Senin siang, sekitar pukul 14.00. Namun, proses kedatangan dan pengujian DNA keluarga dilakukan secara tertutup. Dia tidak bersedia merinci lebih jauh, sambil cepat meninggalkan rumah sakit.

Dengan begitu, kepastian soal pelaku bom Solo memang harus menunggu rilis resmi Markas Besar Polri, terutama setelah mendapat data-data hasil uji forensik, DNA, dan otopsi. Hasil tes DNA kemungkinan akan selesai dalam beberapa hari ini.

Sekadar mengingat, Ahmad Yosepa alias Hayat adalah salah satu dari daftar pencarian orang (DPO) yang diumumkan polisi setelah peristiwa bom Cirebon pada April 2011. Bom itu meledak saat shalat Jumat di Masjid Az-Dikro dengan pelaku, bernama M Syarif, tewas di tempat kejadian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau