Menurut warta AP dan AFP, penyerahan dilakukan di Everett, Washington, AS. Kemudian, pada Rabu (28/9/2011), pesawat akan diterbangkan ke Jepang.
Andai dihitung, Boeing sudah molor tiga tahun dari janji awalnya. Menurut jadwal, pesawat berbadan lebar itu akan dikirim ke ANA pada 2008. Tapi, sejumlah kendala menghadang. Termasuk, kebakaran selama uji penerbangan Januari lalu.
Boeing mengklaim kalau produk buatannya itu hemat bahan bakar. Pesawat itu pun terbuat dari bahan-bahan yang ringan. Boeing merencanakan membuat 10 pesawat per bulan mulai 2013. Produksi Dreamliner saat ini sekitar 2,5 pesawat sebulan.
Lebih bersih
Boeing mengatakan pesawat dengan jendela besar ini dirancang dengan udara lebih bersih di dalam kabin. Lantaran itu, penumpang tiba di tempat tujuan lebih segar.
Namun demikian, masalah dengan Dreamliner ini sempat merusak reputasi Boeing. Perusahaan itu pun memperkirakan akan banyak pemesanan di masa depan.
Menurut Wakil Presiden Pemasaran Boeing Randy Tinseth program Dreamliner sudah melalui proses perjalanan panjang. Makanya, dirinya yakin kalau Dreamliner adalah pesawat hebat. "Kami juga melihat potensi ribuan pemesanan B787," imbuh Tinseth.
Sampai kini, Boieng mengaku mendapat 821 pesanan Dreamliner. Boeing juga mengatakan kalau Dreamliner 20 persen lebih hemat bahan bakar ketimbang pesawat lain berukuran sama.
Dalam versi besar B787-9, kapasitas pesawat ini maksimal 290 orang. Andai dibandingkan, seri ini lebih kecil ketimbang pendahulunya, B747. Namun, Boeing mengatakan B787 akan lebih populer karena dapat terbang langsung ke bandara-bandara yang lebih kecil. Kompetitor Boeing, Airbus, kini tengah mengembangkan pesaing langsung B787 yakni Airbus A350 XWB.