Pakistan Tolak AS

Kompas.com - 27/09/2011, 02:35 WIB

Islamabad, Senin - Pakistan menolak menindak kelompok teroris terkait Al Qaeda yang berkuasa di barat laut negara itu. Penolakan itu terkait seruan AS yang meminta militer negara itu segera menindak jaringan tersebut.

Penolakan itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani, Senin (26/9) di Islamabad.

Hubungan AS-Pakistan memburuk. Hal ini tidak lepas dari tuduhan langsung oleh AS bahwa Pakistan sangat dekat dengan kelompok militan, bahkan membantu kelompok tersebut.

AS bahkan menuding Inter- Services Intelligence (ISI), badan intelijen Pakistan, terlibat penyerangan pada 13 September di Kedutaan Besar AS di Kabul, Afganistan, dan serangan pada 11 September terhadap basis Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afganistan tengah.

Jaringan Haqqani didirikan Jalaluddin Haqqani, yang pernah dekat dengan CIA. Jaringan itu kini dikendalikan putranya, Sirajuddin. Kelompok ini berkuasa di Waziristan Utara.

Meminta dukungan China

Para pejabat Pakistan pada hari yang sama bertemu dengan para duta besar yang ada di negara itu. Otoritas Pakistan meminta dukungan dunia sehubungan dengan tekanan AS, yang mendesak militer Pakistan segera memutus hubungan dengan Haqqani.

Tuduhan AS membuat Pakistan terkesan kecewa dan kini menggalang hubungan dengan negara lain, termasuk China.

Salim Saifullah, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Pakistan, mengatakan, pertemuan dengan para dubes itu bertujuan membahas seruan AS.

”Kami bertemu dengan sejumlah dubes untuk menyampaikan pandangan Pakistan, dan juga untuk membantu para dubes itu menyadarkan AS bahwa Pakistan justru telah berkorban banyak,” katanya.

Saifullah tidak menyebutkan dengan dubes negara saja pertemuan itu dilakukan. ”Kami tetap setuju untuk bekerja sama, tetapi tidak mau dipermalukan. Kami juga tak mau dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang ada. Ini amat tidak tepat,” katanya.

Sekitar 5.000 tentara Pakistan tewas selama perang menghadapi kelompok militan dan 30.000 warga sipil juga tewas sejak Pakistan-AS bekerja sama memerangi kelompok militan, pasca-serangan 11 September 2001 di AS.

Karena tekanan AS itu, Pakistan kini mencari dukungan dari China. Menteri Keamanan Publik China Meng Jianzhu tiba di Islamabad pada hari Senin. Dia langsung bertemu dengan para pejabat senior Pakistan. ”China selalu siap bersama kami,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik saat menyambut kedatangan Meng.

Pada hari yang sama, petinggi militer Pakistan membatalkan kunjungan ke Inggris.(REUTERS/AP/AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau