Penolakan itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani, Senin (26/9) di Islamabad.
Hubungan AS-Pakistan memburuk. Hal ini tidak lepas dari tuduhan langsung oleh AS bahwa Pakistan sangat dekat dengan kelompok militan, bahkan membantu kelompok tersebut.
AS bahkan menuding Inter- Services Intelligence (ISI), badan intelijen Pakistan, terlibat penyerangan pada 13 September di Kedutaan Besar AS di Kabul, Afganistan, dan serangan pada 11 September terhadap basis Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afganistan tengah.
Jaringan Haqqani didirikan Jalaluddin Haqqani, yang pernah dekat dengan CIA. Jaringan itu kini dikendalikan putranya, Sirajuddin. Kelompok ini berkuasa di Waziristan Utara.
Para pejabat Pakistan pada hari yang sama bertemu dengan para duta besar yang ada di negara itu. Otoritas Pakistan meminta dukungan dunia sehubungan dengan tekanan AS, yang mendesak militer Pakistan segera memutus hubungan dengan Haqqani.
Tuduhan AS membuat Pakistan terkesan kecewa dan kini menggalang hubungan dengan negara lain, termasuk China.
Salim Saifullah, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Pakistan, mengatakan, pertemuan dengan para dubes itu bertujuan membahas seruan AS.
”Kami bertemu dengan sejumlah dubes untuk menyampaikan pandangan Pakistan, dan juga untuk membantu para dubes itu menyadarkan AS bahwa Pakistan justru telah berkorban banyak,” katanya.
Saifullah tidak menyebutkan dengan dubes negara saja pertemuan itu dilakukan. ”Kami tetap setuju untuk bekerja sama, tetapi tidak mau dipermalukan. Kami juga tak mau dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang ada. Ini amat tidak tepat,” katanya.
Sekitar 5.000 tentara Pakistan tewas selama perang menghadapi kelompok militan dan 30.000 warga sipil juga tewas sejak Pakistan-AS bekerja sama memerangi kelompok militan, pasca-serangan 11 September 2001 di AS.
Karena tekanan AS itu, Pakistan kini mencari dukungan dari China. Menteri Keamanan Publik China Meng Jianzhu tiba di Islamabad pada hari Senin. Dia langsung bertemu dengan para pejabat senior Pakistan. ”China selalu siap bersama kami,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik saat menyambut kedatangan Meng.
Pada hari yang sama, petinggi militer Pakistan membatalkan kunjungan ke Inggris.(REUTERS/AP/AFP/MON)