Radiasi Alfa Obati Kanker

Kompas.com - 27/09/2011, 08:03 WIB

KOMPAS.com - Para dokter di Rumah Sakit Royal Marsden London menguji coba penggunaan radiasi alfa untuk mengobati kanker prostat. Hasilnya, pasien hidup lebih lama, mengalami lebih sedikit nyeri, ataupun efek samping. Karena itu, uji coba terhadap 922 orang itu dihentikan sebelum waktunya.

Para dokter merasa tidak etis jika tidak memberikan pengobatan sama terhadap mereka yang mendapat plasebo (zat yang tidak berisi obat, digunakan sebagai pembanding dalam penelitian). Para peneliti kanker di Inggris menyatakan, penemuan itu penting dan sangat menjanjikan.

Penelitian itu dipaparkan dalam Kongres Kanker Multidisiplin Eropa, tetapi belum dikaji oleh akademisi lain. Radiasi digunakan untuk mengobati tumor selama hampir satu abad. Fungsinya, merusak kode genetik dalam sel kanker. Partikel alfa dikenal sangat besar dan merusak di jagat radiasi. Yaitu, berupa rentetan inti helium yang jauh lebih besar daripada radiasi beta ataupun gelombang gamma.

Pemimpin peneliti Dr Chris Parker, sebagaimana dikutip BBC, Sabtu (24/9/2011), menyatakan, penemuan itu merupakan langkah maju yang signifikan.

”Partikel alfa jauh lebih merusak. Hanya perlu satu sampai tiga tembakan untuk membunuh kanker dibandingkan dengan ribuan tembakan partikel beta,” katanya.

Karena hanya perlu sedikit tembakan, partikel alfa tidak banyak merusak jaringan sekitar tumor. Pada 90 persen pasien kanker prostat stadium lanjut, tumor akan menjalar ke tulang dan tak mempan terhadap obat lagi.

Penelitian ini melibatkan pasien kanker seperti itu dan menggunakan radium 223 klorida sebagai sumber radiasi. Laju kematian pasien yang diberi radium 223 klorida bersama kemoterapi lebih rendah 30 persen daripada pasien yang hanya diberi kemoterapi dan plasebo. Usia pasien dengan radium 223 klorida juga lebih panjang. (BBC/ATK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau