JAKARTA, KOMPAS.com — Ibunda pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, mendatangi kamar jenazah RS Polri Sukanto, Kramat Jati, pada pukul 12.45, Selasa (27/9/2011).
Kedatangan Ibunda Hayat itu didampingi oleh anggota reserse kepolisian dan dua wanita. Istri Hayat diantar oleh sebuah Toyota Innova berwarna hitam berplat nomor B 8273 HD. Mobil yang sama yang mengantarkannya kemarin, Senin, saat menjalani proses identifikasi jenazah dan tes DNA di RS Polri.
Begitu keluar dari mobil itu, Ibu Hayat yang mengenakan baju tertutup warna merah muda dan kerudung panjang warna ungu. Ia pun mengenakan masker warna hijau di bagian muka. Bersama dua wanita muda, Ibunda Hayat terburu-buru masuk ke dalam kamar jenazah.
Sejumlah aparat kepolisian pun mulai berjaga-jaga di sekeliling kamar jenazah. Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Hayat, Noerlan, mengatakan, pihaknya kini tengah mengurus proses serah terima jenazah dari kepolisian kepada keluarga.
Selanjutnya, akan dilakukan proses pemakaman yang direncanakan akan dilaksanakan di TPU Pondok Ranggon. "Ya rencananya di sana. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Yang jelas bagi kami yang penting prosesnya cepat dan pemakamannya sesuai dengan apa yang diatur dalam Islam, bisa di Pondok Rangon atau di mana saja. Jenazah harus dimakaman layaknya manusia biasa," tutur Noerlan yang merupakan salah satu anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang