Bom solo

Ibunda Hayat Menangis di Kamar Jenazah

Kompas.com - 27/09/2011, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hindun, ibunda Hayat, pelaku bom Solo, tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah anaknya di kamar jenazah. Iayang mendatangi ruang forensik kamar jenazah RS Polri Sukanto, Selasa (27/9/2011) siang. Hayat tewas dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton), Solo, pada Minggu (25/9/2011).

Kuasa hukum keluarga Hayat, Noerlan, mengungkapkan bahwa sejumlah anggota keluarga termasuk ibu Hayat sudah hadir di dalam kamar jenazah untuk menunggu proses serah terima jenazah.

"Kami masih menunggu persetujuan untuk serah terima jenazah. Kami ingin memastikan kalau jenazah diperlakukan dengan baik," ungkap Nurlan, Selasa (27/9/2011) di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia mengatakan, keluarga yang hadir merupakan pihak keluarga dari pihak ibunda Hayat yang tinggal di Jakarta. Meski ditemani beberapa anggota keluarganya, Hindun tetap saja merasa terpukul dan tak henti menangis.

"Dari tadi ibunya menangis. Jelas dia terpukul karena tidak tahu situasinya dan harus menghadapi ini. Jadi, dia masih sangat berduka. Mohon maaf kalau tidak bisa diwawancara dulu," kata Nurlan, anggota Tim Pembela Muslim (TPM) yang ditunjuk pihak keluarga untuk mengurusi proses serah terima jenazah ini.

Sementara itu, istri Hayat, Fitri Yosepa Dewi, diakui Nurlan tidak hadir di rumah sakit. Namun, ia enggan menjelaskan alasan ketidakhadiran istri Hayat.

"Dia tidak ada pokoknya di sini. Kalau mau lihat istrinya nanti di TPU, dia baru ada," kata Nurlan.

Sebelumnya, ibunda Hayat, Hindun, tiba di ruang forensik kamar jenazah RS Polri Sukanto pada pukul 12.45. Ia menumpang sebuah Toyota Innova berwarna hitam berpelat nomor B 8273 HD. Mobil sama yang mengantarkan istri Hayat, Fitri Yosepa Dewi, kemarin, saat menjalani proses identifikasi jenazah dan tes DNA di RS Polri Sukanto. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau