JAKARTA, KOMPAS.com — Hindun, ibunda Hayat, pelaku bom Solo, tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah anaknya di kamar jenazah. Iayang mendatangi ruang forensik kamar jenazah RS Polri Sukanto, Selasa (27/9/2011) siang. Hayat tewas dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton), Solo, pada Minggu (25/9/2011).
Kuasa hukum keluarga Hayat, Noerlan, mengungkapkan bahwa sejumlah anggota keluarga termasuk ibu Hayat sudah hadir di dalam kamar jenazah untuk menunggu proses serah terima jenazah.
"Kami masih menunggu persetujuan untuk serah terima jenazah. Kami ingin memastikan kalau jenazah diperlakukan dengan baik," ungkap Nurlan, Selasa (27/9/2011) di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ia mengatakan, keluarga yang hadir merupakan pihak keluarga dari pihak ibunda Hayat yang tinggal di Jakarta. Meski ditemani beberapa anggota keluarganya, Hindun tetap saja merasa terpukul dan tak henti menangis.
"Dari tadi ibunya menangis. Jelas dia terpukul karena tidak tahu situasinya dan harus menghadapi ini. Jadi, dia masih sangat berduka. Mohon maaf kalau tidak bisa diwawancara dulu," kata Nurlan, anggota Tim Pembela Muslim (TPM) yang ditunjuk pihak keluarga untuk mengurusi proses serah terima jenazah ini.
Sementara itu, istri Hayat, Fitri Yosepa Dewi, diakui Nurlan tidak hadir di rumah sakit. Namun, ia enggan menjelaskan alasan ketidakhadiran istri Hayat.
"Dia tidak ada pokoknya di sini. Kalau mau lihat istrinya nanti di TPU, dia baru ada," kata Nurlan.
Sebelumnya, ibunda Hayat, Hindun, tiba di ruang forensik kamar jenazah RS Polri Sukanto pada pukul 12.45. Ia menumpang sebuah Toyota Innova berwarna hitam berpelat nomor B 8273 HD. Mobil sama yang mengantarkan istri Hayat, Fitri Yosepa Dewi, kemarin, saat menjalani proses identifikasi jenazah dan tes DNA di RS Polri Sukanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang