Kebakaran di benhil

Tiga Warga dan Dua Wartawan Luka

Kompas.com - 27/09/2011, 15:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Lima korban jatuh dalam kebakaran rumah padat penduduk di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (27/9/2011). Dua di antaranya adalah wartawan media nasional yang sedang meliput di lokasi.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dari cabang Jakarta yang bertugas di lapangan menyampaikan data korban sebagai berikut:

1. Muslimin (35), warga RT 07 RW 01, luka sayat di jari.
2. Ongko (28), warga RT 06 RW 01, luka bakar di telapak kaki.
3. Caswito (43), warga RT 05 RW 01, luka robek di kepala dan lecet di tangan kaki.

Sementara dua wartawan foto yang terluka adalah:

1. Toni Hartawan (31), fotografer Tempo, luka robek di kepala
2. Dede (34), fotografer Jurnal Nasional, luka robek di pelipis kiri.

Warga yang terluka dapat ditangani di ambulans PMI di tempat, termasuk Caswito yang robek di kepala, tetapi tidak terlalu parah dan dapat dijahit di fasilitas tersebut. Namun, Toni dan Dede kemudian dirujuk ke RSAL Mintohardjo.

"(Toni dan Dede) lukanya cukup dalam sehingga tidak bisa kami tangani," kata Denny Ramdani, kru ambulans PMI Jakarta Pusat yang bertugas di lokasi. Toni dan Dede terluka akibat terkena potongan atap yang runtuh.

Pada peristiwa kebakaran ini, PMI Jakarta Pusat menurunkan dua ambulans yang hingga saat ini masih disiapkan di lokasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau