Saya Tertarik Terjun ke Bisnis Properti, Bagaimana ini?

Kompas.com - 27/09/2011, 15:52 WIB

Tanya:

Dear Bapak Steven, saya karyawan swasta dan sekarang sedang mencoba berinvestasi di bidang properti. Rencananya, awal bulan ini saya ingin join dengan teman-teman kantor saya untuk membuka usaha gold plate. Kira-kira, apakah saya cocok dengan usaha tersebut? Mohon sarannya.

Terima kasih

(Nurrisqy Ahadiyanto di Denpasar)

Jawab:

Terima kasih atas email Anda, Mas Nurrisqy. Tentunya, mencoba berinvestasi di bidang properti dapat dilakukan dengan banyak cara. Saran dari teman-teman Anda yang berhasil dalam dunia properti dapat diikuti dan bisa dijadikan pedoman untuk mengambil langkah-langkah tepat dan akurat.

Mas Nurrisqy, seperti halnya mendengar guyonan yang sering dilontarkan, yakni bila seseorang bergaul dengan tukang judi, maka lama kelamaan kita juga akan pintar dalam berjudi. Kiranya, pengertian negatif tersebut itu bisa dijadikan hal positif buat Anda. Karena, demikian juga bila Anda bergaul dengan orang-orang sukses, maka pandangan-pandangan positif tentang bisnis akan memotivasi Anda lebih maju.

Anda jangan khawatir berbuat kesalahan! Banyak yang bertanya, mengapa sangat sulit bila seseorang mau mandiri dalam sebuah bisnis. Jangankan mandiri, memulai bisnis saja banyak yang  menemukan kesulitan. Bukankah hal ini sering menjadi pertanyaan dalam kita diri sendiri?

Jawaban yang bijaksana adalah semua ini harus dikaji ke dalam diri Anda sendiri. Ada metode dapat dilakukan untuk menjawab agar seseorang dapat dengan cepat mencapai keberhasilan bisnis. Pertama, buatlah katalog name list daftar teman Anda yang berkecimpung dalam bisnis properti. Lalu, dari sekian banyak teman yang berada pada daftar tersebut, berapa orang di antara teman-teman yang telah berprestasi dalam dunia properti.

Selanjutnya, Anda harus meluangkan waktu untuk berbicara tentang bisnis investasi yang akan dijalankan. Buatlah catatan apa saja secara prosedural dan sistem yang mesti diterapkan bila mau berinvestasi di suatu daerah. Semakin banyak prihal tentang kelemahan dan kelebihan suatu bisnis yang telah diketahui, maka hal tersebut akan menjadikan diri seseorang untuk meraih lebih. Setidaknya, Anda tidak akan terperosok ke dalam jurang.

Ikuti seminar-seminar properti yang diselenggarakan. Jangan lupa, beli buku tentang properti dan investasi. Setelah itu, perbanyak untuk selalu berada di lapangan, jalan- jalan ke suatu lokasi yang menarik untuk melirik investasi.

Lingkungan pergaulan memang sangat berpengaruh kepada paradigma seseorang dalam mengambil keputusan. Hanya saja, lingkungan yang baik dan buruk menjadi sebuah keputusan dan kembali pada pilihan diri Anda sendiri. Mengapa demikian?

Berdasarkan ilmu hoki China dan Jawa Kuno, character building seseorang dibangun dari bawaan lahir. Setelah beranjak dewasa, maka seseorang dalam kehidupannya akan dipengaruhi lagi dengan lingkungan pergaulan. Oleh karena itu, setelah menginjak dewasa, maka percampuran karakter diri sendiri sebagai bawaan lahir akan menyatu dengan pengaruh lingkungan, sehingga menyebabkan setiap orang selalu berbeda dalam tindakan dengan lainnya.

Hanya saja, sangat disayangkan di dalam email ini tidak Anda cantumkan tanggal kelahiran secara lengkap. Maka, sulit bagi saya melihat cara Anda mengambil tindakan maupun adanya faktor hoki. Karena basic character seseorang dari bawaan lahir tetap sangat dominan. Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan manusia.

Sebagai contoh, ketika Anda melihat seseorang yang suka mengubah pola bisnis dari tahun ke tahun, namun pada akhirnya tidak mempunyai bisnis yang langgeng dan dapat mengikuti perkembangan jaman.

Mas Nurrisqy, join bisnis dengan teman-teman hendaklah mempunyai cara berpikir yang sama. Penyamaan cara berpikir akan membuat bisnis tersebut bisa berkembang. Anda juga harus membangun standar operating procedure secara bersama-sama dan membuat persetujuan agar satu sama lain dapat memegang perjanjian yang telah disepakati.

Perlu Anda ingat, dalam investasi bisnis apapun sudah seharusnya seseorang menerapkan pola investasi cerdas (smart). Cerdas karena pengalaman dan jam terbang, dan ditambah dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan membuat kita harus mempunyai perhatian penuh terhadap bisnis yang akan membuat diri kita sendiri mencapai keberhasilan.

Akhir kata, selamat menjalankan bisnis Anda!

2011 Happy Cuan 888

*) The Steven Eric Lazuardi, konsultan Hokiplus

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau