Seleksi calon hakim agung

Andi Samsan Nganro: Istri Saya Pedagang Tanah Abang

Kompas.com - 27/09/2011, 19:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu calon hakim agung yang juga Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Samsan Nganro, mengaku tidak bakal terpengaruh oleh teman-teman istrinya yang disebutnya sebagai pengusaha . Sebab istilah pengusaha yang dimaksudkannya bukanlah pengusaha seperti yang dibayangkan oleh masyarakat.

"Istri saya pengusaha, tetapi bukan pengusaha yang ada di benak kita seperti harus meeting dan segala macamnya. Istri saya pedagang di Tanah Abang. Dia belanja sendiri kemudian dikirim ke keluarga atau teman-temannya di Kalimantan atau Sulawesi," ujar Andi Samsan Nganro, kepada anggota Komisi III DPR RI, saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon hakim agung, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Andi Samsan mengungkapkan hal itu, ketika salah satu anggota Komisi III mempertanyakan apakah pekerjaan istrinya sebagai pengusaha tidak akan mengganggu kinerja dirinya sebagai hakim. Bagaimana Andi Samsan dapat menolak pengaruh, yang mungkin datang dari para pengusaha yang menjadi teman-teman istrinya.

Terkait pekerjaan istrinya, Andi Samsan mengungkapkan bahwa hal itu juga ditanyakan oleh Wakil Ketua Komisi Yudisial, Imam Anshori Saleh, saat berkunjung ke rumahnya dalam rangka klarifikasi.

Saat itu, Imam menanyakan untuk apa mesin jahit yang ada di rumahnya. Menurut Andi, kala itu istrinya menjawab bahwa mesin jahit itu digunakan untuk membuat sprei yang kemudian di jual ke luar Jawa.

Andi Samsan juga diklarifikasi mengenai harta kekayaan yang dimiliki. Saat ini, jelas Andi, total kekayaan yang dimilikinya Rp 1 miliar. Harta itu naik dari Rp 600 juta ketika dia menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa tahun lalu.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau