Hak

Bertempur Tak Pilih Kelamin

Kompas.com - 27/09/2011, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Bertempur tak pilih kelamin mungkin menjadi pemeo baru di Australia. Kalau dulu tentara perempuan mendapat batasan untuk tidak bertugas di satuan tempur maupun satuan khusus. Kini, pemerintah Australia membuka sekat-sekat itu. "tentara perempuan yang secara fisik dan psikologis memenuhi syarat, sekarang boleh ditempatkan di satuan khusus dan satuan-satuan tempur," kata Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith.

Selanjutnya, Stephen Smith mengatakan larangan itu akan dicabut secepatnya. Namun, mungkin diperlukan waktu setidaknya lima tahun sebelum militer bisa menerapkan perubahan besar ini. "Mulai hari ini dan seterusnya, tugas perang, tugas di garis depan tidak akan ada perkecualian bagi warga Australia atas dasar jenis kelaminnya," kata Smith.

Militer Australia mempunyai 59.000 anggota penuh. Termasuk, 1.500 personel yang sedang bertugas di Afganistan.

Pada saat ini, perempuan bisa menempati sekitar 93 persen peran militer yang ada. Antara lain, tugas-tugas artileri.

Kendati begitu, para penentang pemerintah menyebut pencabutan larangan ini sebagai permainan politik. Kepala lembaga kelompok lobi Asosiasi Pertahanan Australia Neil James menganggap pemerintah mendahului penelitian yang saat ini dilakukan oleh para pejabat pertahanan mengenai kemampuan perempuan dalam konteks militer. "Ini sebenarnya tidak lebih dari sekedar permainan politik dan untuk mengalihkan perhatian," kata James seperti diberitakan radio ABC.

Pihak berwenang, sebagaimana warta AP dan AFP pada Selasa (27/9/2011), sedang mengkaji ulang kasus pelecehan seks di jajaran militer setelah mencuat skandal seks di Akademi Militer Australia.

Kajian ini menerima begitu banyak keluhan sehingga pelaksanannya diperpanjang satu bulan lagi dan dijadwalkan akan mengeluarkan laporan pada 30 September. Keluhan yang masuk tercatat 1.000 lebih.

Penyelikan bermula ketika dua kadet Akademi Militer dituduh secara diam-diam merekam seorang kadet perempuan melakukan hubungan seks dan kemudian mengunggah rekaman ke internet.

Selain Australia, Kanada, dan Selandia Baru telah mengizinkan perempuan menjalankan segala tugas militer di semua lini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau