PALEMBANG, KOMPAS.com - Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai menjelang malam hingga pagi. Kabut asap ini membuat nafas sesak dan mata pedih.
Kabut asap cukup pekat kembali menyelimuti seputaran Jembatan Ampera di Pusat Kota Palembang, Selasa (28/9/2011) pagi.
Hingga sekitar pukul 07.00, suasana masih temaram karena sinar matahari tak mampu menembus asap pekat. Dari jarak sekitar 500 meter, Jembatan Ampera ikon Palembang itu hanya tampak sebagai siluet.
Meski jarak pandang berkurang, kapal dan perahu ketek masih tampak berlayar di Sungai Musi. Untuk menghindari kecelakaan, juru mudi kapal atau perahu terpaksa mengurangi kecepatan di tengah kabut asap.
Gangguan kabut asap baru berangsur menipis sekitar pukul 9.00. Gangguan kabut asap ini telah berlangsung setidaknya sebulan terakhir.
Pendataan Dinas Kehutanan Sumsel memperlihatkan jumlah rata-rata titik panas (hotspot) di Sumsel masih mencapai puluhan titik tiap hari.
Kebakaran lahan maupun sisa-sisanya terpantau hingga ratusan di kawasan pinggiran dan perbatasan Kota Palembang. Ratusan hektar lahan liar diduga sengaja dibakar untuk pembukaan kompleks perumahan dan lahan pertanian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang