Kebakaran Hotel Prima Diduga Korsleting

Kompas.com - 28/09/2011, 12:06 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Penyebab kebakaran di Hotel Prima, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/9/2011), masih dalam penyelidikan oleh Kepolisian Resor Kota Cirebon. Namun, pihak pemadam kebakaran menduga kebakaran ini dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Cirebon Agus Rachmat mengatakan, di dalam gudang yang terbakar itu ditemui kabel-kabel yang bergantungan kurang rapi. Di gudang juga didapati perangkat komputer.

"Api cepat menyala karena kemungkinan di dalam gudang banyak busa dan plastik," kata Agus. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 11.30. Sebanyak 5 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Sementara itu, enam tangki air pun ludes untuk disemprotkan ke areal gudang yang terbakar.

"Kondisi angin yang kencang turut memicu cepatnya pergerakan api yang sukar dikendalikan," kata Agus.

Terkait ketersediaan hidran di hotel, Bambang Ismanto mengatakan alat itu sudah ada. Namun, hidran tidak berfungsi baik karena sudah berusia tua. "Saat ini justru hidran sedang dalam perbaikan. Namun, berbarengan itu terjadi kebakaran," kata pimpinan hotel tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau