Bus transjakarta

Horornya Busway Lebak Bulus-Harmoni

Kompas.com - 28/09/2011, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernah naik transjakarta dari Lebak Bulus-Harmoni? Kalau pernah berarti pernah pula merasakan "horornya" berkendara dengan didera kemacetan yang serasa tak berujung.

Belum lagi jika melihat kondisi jalan dengan lebar yang tak stabil, kualitas aspal, sampai nyaris tak ada bedanya antara layanan transjakarta dan angkutan reguler lain.

Halangan macet karena kepadatan arus lalu lintas dan penggunaan jalur transjakarta oleh kendaraan lain terjadi mulai dari Pondok Indah, Permata Hijau, Kedoya, Green Garden, Pesing, Grogol, Roxy, sampai ke Harmoni.

Seperti terlihat saat laporan ini dibuat, bahkan di jembatan layang Roxy, tiga transjakarta, yaitu TB 051, TB 050, dan TB 044, tak bergerak selama lebih dari 15 menit karena dikepung mobil, metromini, sepeda motor, angkutan barang, dan lainnya yang sama-sama tak bergerak.

Total sekali perjalanan dari Lebak Bulus ke Harmoni dengan transjakarta bisa 3-4 jam. Saat jam sibuk, mungkin waktu perjalanan bisa lebih panjang lagi. Tidak heran jika tidak banyak penumpang yang bertahan di dalam transjakarta untuk menuntaskan perjalanan dari ujung ke ujung itu.

"Saya pakai transjakarta ini untuk jarak pendek saja, paling dari Lebak Bulus mau ke Permata Hijau atau Kebun Jeruk. Kalau ke Harmoni mending pakai bus biasa saja, lebih cepat. Atau ke Blok M saja dulu," kata Ika (21), mahasiswi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau