Jelang gp jepang

Rossi Berharap Dorongan 4 Kemenangan Ducati di Motegi

Kompas.com - 28/09/2011, 21:29 WIB

KOMPAS.com - Ducati punya kenangan manis di Sirkuit Motegi, Jepang, karena empat kali memenangi balapan di sana. Nah, prestasi ini yang membuat Valentino Rossi merasa mereka memiliki dorongan yang kuat untuk menghadapi balapan akhir pekan nanti.

Meskipun demikian, "The Doctor" mengakui bahwa timnya harus membagi fokus. Tim yang bermarkas di Bologna ini mesti melakukan perbaikan sehingga performa bisa lebih baik, di samping mereka juga harus siapkan program jangka panjang untuk menghadapi musim baru.

Rossi, yang baru mengonfirmasi keikutsertaannya di GP Jepang pada balapan di Aragon dua pekan lalu, masih mengalami kesulitan dengan GP11.1, meskipun motor cangkokan itu sudah menggunakan sasis aluminium--untuk pertama kalinya sasis baru tersebut digunakan di Aragon. Alih-alih meningkatkan performanya, juara dunia tujuh kali MotoGP ini justru finis di urutan 10, menyamai hasil terburuk pada musim ini.

Pada balapan di Sirkuit Motorland Aragon tersebut, Rossi mengakui bahwa ban menjadi salah persoalan utama. Mantan pebalap Honda dan Yamaha ini pun berharap agar di Motegi nanti Ducati bisa melakukan perbaikan, sehingga bisa meraih hasil lebih baik di sirkuit yang Ducati pernah mengecapi empat kemenangan.

"Tahun lalu Ducati menang di sana, dan juga tampil bagus pada musim-musim sebelumnya. Karena itu, kami akan melihat apakah bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dibandingkan dengan balapan-balapan terakhir," ujar Rossi.

"Memang benar bahwa kami harus bekerja sangat keras, tetapi kami selalu mendekati setiap balapan dengan tujuan melakukan lebih baik.

"Kami akan berusaha keras pada hari Minggu ini, bekerja di trek dengan apa yang kami miliki saat ini. Di samping itu, secara bersamaan kami juga harus fokus untuk masa depan."

Nicky Hayden juga mengatakan bahwa tim harus bekerja keras untuk mewujudkan target sekarang, dengan jangka panjang. Akan tetapi, juara dunia 2006 ini mengakui bahwa dirinya tak terlalu berharap dari balapan di Motegi.

"Motegi mungkin menjadi trek terburukku sejak saya bersama Ducati. Saya tidak mengharapkan sebuah pekan yang mudah, tetapi Ducati benar-benar bekerja keras untuk memberikan kami pilihan, dan mencari arah terbaik untuk masa depan."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau