Pascabencana wasior

Warga Resah Menunggu Rekonstruksi

Kompas.com - 29/09/2011, 03:41 WIB

Manokwari, Kompas - Molornya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, pascabanjir bandang setahun silam, membuat masyarakat di sana resah. Dalam kondisi serba terbatas, masyarakat menunggu janji pemerintah membangun kembali Wasior.

Pembangunan kembali Wasior pascabanjir bandang seperti kondisi semula masih jauh dari target karena tahapan rehabilitasi-rekonstruksi molor hingga empat bulan.

Andri Agus (30), pengungsi yang tinggal di hunian sementara, mengatakan, Rabu (28/7), warga kian hari kian resah tinggal di Wasior. Sebab, hampir setahun pascabanjir tidak ada perbaikan yang dilakukan pada sungai-sungai yang rusak akibat banjir.

Dinas sosial setempat mencatat, jumlah pengungsi 6.702 orang (1.691 keluarga).

Hujan deras yang mengguyur Wasior pekan lalu sempat membuat pengungsi khawatir karena aliran air dari bukit mengalir deras ke arah hunian sementara. Volume air di sungai dan selokan meluap ke jalan. ”Hidup jadi tidak tenang. Ini gara-gara pemerintah belum juga memperbaiki sungai yang dangkal,” kata Andri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Teluk Wondama Tonny Marani mengakui, tahapan rehabilitasi-rekonstruksi molor dari rencana. Dampaknya, banyak warga dan pengungsi mengeluh karena merasa tidak nyaman dan aman hidup di Wasior.

Kehidupan warga juga serba susah karena terbatasnya persediaan bahan bakar minyak. Pengungsi bergantung pada genset untuk mendapatkan listrik, tetapi untuk mendapatkan bensin mereka harus membeli dengan harga Rp 12.000 per liter.

Tonny menegaskan, tahap pemulihan sudah selesai dilakukan Juli lalu yang meliputi perbaikan dermaga Pelabuhan Wasior, pengerasan jalan di pusat kota Wasior, perbaikan Pasar Pagi, pembuatan drainase, perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pembersihan sungai dari material banjir. Dana pemulihan berasal dari APBN, APBD Provinsi Papua Barat, APBD Kabupaten Teluk Wondama, dan sumbangan pihak ketiga. Total biaya, di luar sumbangan, mencapai Rp 11,31 miliar.

Namun, pemulihan tersebut belum mampu menenangkan warga Wasior karena curah hujan yang tinggi di Wasior membuat perasaan warga selalu cemas. Sekretaris Komisi D DPR Papua Barat Bidang Kesejahteraan Rakyat Saleh Siknun mengatakan, kondisi itu terjadi karena tiap pihak yang bertanggung jawab membangun kembali Wasior jalan sendiri-sendiri.(THT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau