Dinas kesehatan palembang

Kantor Diimbau Sediakan Pojok ASI

Kompas.com - 29/09/2011, 05:42 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Dinas Kesehatan Kota Palembang di Sumatera Selatan mengimbau kantor dinas dan perusahaan di kota pempek ini dapat menyediakan tempat khusus bagi ibu menyusui atau pojok air susu ibu (ASI).

"Kami minta agar kantor di lingkungan Pemkot Palembang menjadi contoh dalam menyediakan pojok ASI," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Gema Asiani, di Palembang, Rabu (28/9/2011).

Menurut dia, tempat khusus bagi ibu menyusui harus tersedia secara baik, mengingat ASI bagi anak sampai usia enam tahun mutlak harus dipenuhi oleh ibunya.

"Meskipun wanita pekerja, tetapi kewajiban memberikan ASI eksklusif sampai usia enam bulan harus dipenuhi," ujar Gema pula.

Ia mengatakan, tidak ada alasan bagi kaum ibu tidak menyusui anaknya secara eksklusif enam bulan dilanjutkan sampai usia dua tahun.

"ASI merupakan satu-satunya asupan yang dibutuhkan bayi saat lahir," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini belum ada kantor dinas di Pemkot yang menyediakan ruang khusus untuk menyusui.

"Padahal, sebagian besar pegawai di Pemkot Palembang adalah perempuan yang akan melahirkan dan menyusui," ujar Gema lagi.

Dia menambahkan, sosialisasi untuk kepentingan menyediakan pojok ASI dilakukan dengan mengirimkan surat kepada dinas dan perusahaan untuk menyediakan pojok ASI.

"Saat ini di Palembang baru tiga perusahaan yang menyediakan pojok ASI," ujar dia pula.

Sekretaris Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan RI, dr Yusharmen DComm, mengatakan, ASI tidak bisa digantikan dengan produk susu lain.

Karena itu, Kemenkes bekerja sama dengan dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk dapat terus menyosialisasikan kepentingan kaum ibu menyusui.

"ASI mengandung zat dan gizi yang sangat dibutuhkan pertumbuhan anak," kata dia lagi.

Dia menambahkan, saat ini kaum ibu khususnya yang bekerja telah bergeser, tidak lagi menyusui, tetapi mengganti dengan susu formula.

"Padahal, susu formula belum tentu cocok dengan kebutuhan bayi yang baru dilahirkan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau