Terorisme

Sebelum Bom Bunuh Diri, Hayat Digugat Cerai

Kompas.com - 29/09/2011, 09:32 WIB

CIREBON, KOMPAS.com — Sifria Yusefa Dewi bin Kirmanto sudah berada di rumah kedua orangtuanya di Perum Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) di RT 19 RW 07, Desa Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (27/9/2011) malam.

Sifria datang dari Jakarta setelah menghadiri pemakaman suaminya, Achmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Rahardjo, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta.

Ketua RT 07 Elly Ermawati mengatakan, ia dikabari tetangganya yang melihat satu unit mobil merah di depan rumah milik Kirmanto dan Sri Astuti tersebut yang mengantar kepulangan Sifria. Namun, baik tetangga maupun Elly tidak bisa memastikan, siapa yang mengantar istri pelaku bom bunuh diri di Solo pada Minggu siang itu.

"Dari mobil itu, keluar dua perempuan. Kalau soal jam berapa, saya tidak tahu persis karena tidak tanya," ujar perempuan berusia 43 tahun itu kepada Tribun, Rabu (28/9/2011) pagi.

Setelah mendengar kabar itu, Elly berinisiatif menghubungi Sri Astuti. Ibu dari Sifria itu mengakui, putri pertama dari dua bersaudara tersebut sudah berada di rumah setelah menyaksikan pemeriksaan DNA dan pemakaman Hayat di Jakarta. Namun, belum ada satu pun anggota keluarga yang mau ditemui.

"Maaf, Mas, memang Sifria sudah pulang tadi malam. Namun, keluarganya belum mau menerima wartawan untuk diwawancarai. Saya sudah mencoba merayu, tapi memang mereka belum berkenan," ujarnya.

Elly mengatakan, setelah peristiwa bom bunuh diri di Masjid Adz Zikra di Mapolres Cirebon Kota, April lalu, dan Hayat masuk daftar pencarian orang (DPO), istrinya mengajukan gugatan cerai dan keluar dari pekerjaannya sebagai apoteker.

Pasangan Sifria dan Hayat memiliki putri bernama Naila yang berusia empat tahun. "Gugatan perceraian itu dilakukan karena sekitar 1,5 tahun Sifria tidak diberi nafkah sama sekali oleh Hayat. Mungkin juga malu karena masuk dalam DPO," kata Elly.

Selain di rumah mertua Hayat, warung Bakso Idaman milik kedua orangtuanya, Daud dan Hindun, di Jalan Pandesan, Kota Cirebon, masih dalam keadaan tertutup, kemarin siang.

Achmad Yosepa dipastikan sebagai pengebom gereja di Solo setelah Mabes Polri melakukan tes DNA. Hayat diketahui ikut mengantar M Syarif saat mengebom Masjid Adz Zikra. Mereka pun sama-sama aktif di Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Cirebon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau