Kebun binatang surabaya

Dua Rusa Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Kompas.com - 29/09/2011, 14:29 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Dua rusa koleksi Kebun Binatang Surabaya terpaksa dieutanasia atau diakhiri hidupnya karena kondisi tubuh kurus dan lemah. Langkah ini dilakukan untuk kebutuhan kepentingan penelitian karena kedua rusa tersebut berbeda dengan rusa lain yang jumlahnya hampir 100 ekor.

Humas Kebun Binatang Surabaya Anthan Warsito di Surabaya, Kamis (29/9/2011), mengatakan, eutanasia dilakukan menggunakan sederet prosedur yang diharuskan oleh sejumlah instansi yang terkait dengan urusan satwa. "Seluruh prosedur eutanasia telah dipenuhi karena tindakan ini akan menimbulkan penilaian berbeda-beda di kalangan masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan, selain untuk kebutuhan penelitian, pelaksanaan eutanasia terhadap dua rusa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang merupakan rusa bawean dan rusa sambar itu dilakukan karena kondisi satwa sangat tidak memungkinkan untuk dipertahankan.

"Secara fisik, kondisinya memang memprihatinkan karena kurus dan juga mengalami kecelakaan di bagian tubuhnya. Sementara itu, rusa lain gemuk dan sehat serta terus berkembang. Jika kedua rusa dipertahankan dalam kondisi fisik yang memprihatinkan, khawatir mereka mengidap penyakit sehingga bisa menular ke hewan lain atau sejenis," katanya

Menurut Athan, proses eutanasia merupakan rekomendasi tim dokter satwa KBS, tim dokter hewan Taman Safari II, tim kedokteran hewan Universitas Airlangga (Surabaya) dan BKSDA Jawa Timur. Saat ini ada 100 rusa berbagai jenis di sangkar peraga KBS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau