Bencana alam

China Bersiap Hadapi Badai Nesat

Kompas.com - 30/09/2011, 03:32 WIB

HONGKONG, KAMIS - Setelah menghantam dan memakan korban jiwa di Hongkong dan Filipina awal pekan ini, badai besar Nesat, Kamis (29/9), dipastikan telah bergerak memasuki kawasan selatan China.

Diperkirakan, angin ribut tersebut mulai menyentuh daratan China bagian selatan sekitar pukul 14.30. Otoritas Hainan bergerak cepat dengan menutup sekolah-sekolah serta melarang jasa layanan penyeberangan kapal feri dan juga kapal nelayan setempat beroperasi.

Langkah itu sangat beralasan mengingat di Filipina badai itu telah memakan korban jiwa sebanyak 35 orang, sementara 45 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, pemerintah setempat juga membatalkan 67 jadwal penerbangan di dua bandar udara yang ada di kawasan itu.

Saat menghantam Hongkong, badai itu memaksa pasar saham setempat berhenti beroperasi. Pertokoan tutup dan berbagai bentuk aktivitas bisnis terhenti. Namun, kerusakan yang timbul dilaporkan tidak terlalu besar.

Kalaupun dilaporkan terdapat korban luka, kesialan itu hanya dialami oleh dua penumpang taksi yang terluka saat kendaraan yang ditumpanginya dihantam tiang bambu yang melayang akibat embusan angin yang sangat kuat. Seorang lagi terluka tertimpa dahan patah.

Selain itu, para penghuni sejumlah apartemen di tepi pantai di Hongkong juga terpaksa dievakuasi. Dalam sebuah tayangan stasiun televisi lokal tampak sejumlah wisatawan lokal China terpaksa tertahan lantaran jalur penyeberangan kapal feri ditutup.

Hongkong

Di Hongkong, sebanyak 245 jadwal penerbangan ditunda, 20 penerbangan dibatalkan, dan 22 penerbangan lainnya dipindah ke bandara lain.

Menurut pihak pengamat cuaca Hongkong, kecepatan badai Nesat saat masuk menuju negara itu bisa mencapai 350 kilometer per jam.

Lebih lanjut, selain menghentikan pelayanan kapal feri, pihak Provinsi Hainan juga bersiap- siap menangani dampak yang mungkin ditimbulkan badai Nesat itu, seperti banjir dan tanah longsor.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional China, badai kali ini dipastikan bakal menjadi badai besar ke-17, yang pernah menghantam kawasan tersebut sepanjang tahun ini.

Badai Nesat diketahui juga mengakibatkan banjir besar di Filipina. Kawasan terparah yang terkena dampaknya termasuk di pusat ibu kota, Manila.

Dalam kejadian di Filipina tersebut, genangan air dilaporkan terus merendam beberapa kawasan yang berada di wilayah rendah.

Akibatnya, walau badai telah berakhir, warga di sejumlah lokasi masih mengungsi. Kalaupun ada yang bertahan, mereka terpaksa tinggal di atap-atap rumah, seperti terjadi di Provinsi Nueva Ecija.

Menurut Wali Kota Jaen, Santiago Austria, di provinsi tersebut pihaknya kesulitan mengevakuasi para korban banjir lantaran keterbatasan peralatan.

Untuk kota berpopulasi 63.000 jiwa, sang wali kota mengeluh hanya memiliki empat kapal motor. Total sekitar 500.000 orang terkena dampak di kawasan utara Filipina, dengan 170.000 orang dipaksa mengungsi. Kerugian diperkirakan 26 juta dollar AS.(AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau