Organ Vital Menyusut Seiring Usia

Kompas.com - 30/09/2011, 09:25 WIB

Kompas.com - Setelah mencapai usia dewasa, seluruh komponen tubuh tidak dapat berkembang lagi, malah mengalami penurunan karena penuaan. Selain tinggi badan, organ-organ tubuh juga ikut memendek, termasuk organ vital.

Organ seksual pria memendek seiring usia karena dua alasan. Pertama, lapisan lemak (plak) dideposit di dalam arteri kecil di bagian penis sehingga menghambat aliran darah.

Sirkulasi yang buruk tersebut menyebabkan atrophy (berhentinya pertumbuhan) jaringan di bagian penis sehingga otot-otot mengendur dan menyebabkan organ vital ini kehilangan ketebalan dan panjangnya. Selain itu secara bertahap kolagen kehilangan elastisitasnya, padahal lapisan berserabut ini sangat berperan dalam terjadinya ereksi.

"Jika pada usia 30 tahun seorang pria ukuran penisnya saat ereksi mencapai 15 cm, maka di usia 60-70 tahun mungkin ukuran penisnya saat ereksi hanya menjadi 12,7 cm," kata Dr.Irwin Goldstein, direktur kesehatan seksual dari Alvarado Hospital, San Diego, AS.

Ia menambahkan, di usia sekitar 40 tahun, bagian testis juga akan menyusut hingga diamater satu sentimeter dari saat ia berusia 30.

Pada perempuan, perubahan organ seksual yang terjadi terkait dengan berkurangnya level estrogen saat menopause sehingga aliran darah ke organ seks ini berkurang. Ukuran rahim juga berkurang, sehingga ukurannya sama seperti saat usia pra-remaja. Hal tersebut terjadi karena tubuh mengatur organ itu tidak lagi aktif agar sumber daya lainnya bisa dipakai untuk organ tubuh lain yang masih aktif.

Berkurangnya kadar estrogen juga berarti kelenjar mamari dan kelenjar susu menjadi tidak aktif dan digantikan oleh lemak. Akibatnya payudara pun kehilangan elastisitasnya. Robekan alamiah pada serabut yang menyokong kulit dan ligamen juga akan membuat payudara makin terlihat melorot.

Usia memang tidak bisa dicegah bertambah, tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk menjaga penampilan.

Untuk pria, pola makan yang sehat dan rendah lemak sangat disarankan demi jantung yang sehat serta kehidupan seks yang baik. Pola makan sehat ini akan memastikan seluruh pembuluh darah bekerja dengan baik sehingga sirkulasi darah menjadi lancar.

Pada wanita, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki bentuk payudara, misalnya melakukan latihan pengencangan otot bagian atas atau memakai payudara yang bisa menyangga dengan baik.

Hubungan seksual yang dilakukan secara teratur juga bisa memperlambat proses penyusutan organ-organ vital. "Sering melakukan hubungan seks akan melancarkan sirkulasi darah dan suplai oksigen ke organ seksual," kata Graham Jackson, konsultan kardiologi dari London.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau