Penggunaan anggaran

PKS: Evaluasi Lambannya Penyerapan Anggaran

Kompas.com - 30/09/2011, 11:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyesalkan belum tercapainya target penyerapan anggaran pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011. Hingga akhir September 2011, penyerapan anggaran baru mencapai 54 persen dari pagu APBN Perubahan 2011 yang ditetapkan sebesar Rp 1.169,9 triliun.

"Masih ada 46 persen lagi anggaran yang belum terserap oleh pemerintah, khususnya bagi kementerian dan lembaga, sementara waktu tinggal empat bulan. Jangan sampai anggaran terserap sia-sia karena persiapan yang terburu-buru!" ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Surahman Hidayat di Jakarta, Jumat (30/9/2011).

Legislator senior dari PKS ini juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap program kementerian dan lembaga yang telah mendapatkan alokasi anggaran pada APBN-P 2011. Evaluasi mencakup realisasi anggaran untuk program tertentu, dampak dan manfaatnya, serta proses administrasi pelaporan keuangan.

"Penting juga bagi pemerintah dan kementerian terkait untuk melakukan evaluasi terhadap administrasi pengajuan anggaran yang terkesan lamban," ujarya.

Surahman menilai, pemerintah harus menjalankan langkah efektif dalam meningkatkan penyerapan anggaran belanja negara sehingga anggaran yang telah disetujui DPR dapat bermanfaat guna kepentingan bangsa dan negara serta mampu memperbaiki perekonomian masyarakat secara umum.

"Percepatan itu bisa dilakukan, misalnya, dengan mempercepat turunnya daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) atau cara lainnya sehingga anggaran yang sudah ada tidak mandek begitu saja di rekening pemerintah," kata Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) DPP PKS ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau