89 Inovasi Remaja Dipamerkan di LIPI

Kompas.com - 30/09/2011, 17:11 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 89 inovasi dan karya ilmiah remaja dan guru akan dipamerkan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Senin (3/9/2011) mendatang. Karya tersebut adalah hasil kerja finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 43, Limba Karya Ilmiah guru (LKIG) ke 19, Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke 10 dan National Young Inventor Awards (NYIA) ke 4 yang diadakan LIPI dan AJB Bumiputera.

Beberapa karya menarik finalis NYIA yang akan dipamerkan adalah tinta berbasis limbah kedelai karya siswa Universitas Pelita Harapan College, Jakarta, "Intelligent Door" karya siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta dan "Water Coated Helmet" karya siswa SD Petra 13 Sidoarjo.

Total finalis NYIA kali ini ada 15 tim dan seluruh karya para finalis bisa dilihat pada pameran ini. Sementara, hasil karya finalis LKIR yang akan dipamerkan antara lain perbedaan perilaku mencari makan koloni semut rangsang dan semut hitam hasil analisis siswa SMA Negeri 28 Jakarta pada bidang IPA. Pada bidang teknik, ada karya siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta dengan judul Visualisasi Kesenian Wayang Kulit Tradisional. Ada pula hasil studi nasionalisme anak-anak kawasan perbatasan pada bidang humaniora.

Salah satu finalis LKIG akan memamerkan konsep menarik perhatian siswa autis dengan menggunakan Media Refleksi Kartu Gambar Beraroma (Sikaroma) yang jika terbukti kehandalannya tentu bisa berkontribusi pada edukasi anak-anak berkebutuhan khusus.

Sementara dari finalis PPRI, ada sejumlah 15 karya yang terbagi pada bidang ilmu pengetahuan alam, sosial dan teknik rekayasa.

Kepala LIPI Pro Dr Lukman Hakim mengatakan bahwa LIPI sebagai lembaga penelitian memiliki kewajiban untuk menarik minat remaja melakukan kegiatan riset. "Salah satu langkahnya dengan menyelenggarakan kompetisi ilmiah dengan tujuan membangkitkan budaya meneliti di kalangan remaja dan guru," katanya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com hari ini.

Lukman mengatakan bahwa berdasarkan laporan Global Information Technology Report 2011, Indonesia menempati peringkat Networkes Readiness Index ke 53, naik dari peringkat 67 tahun sebelumnya. Ini berarti bahwa penetrasi teknologi kian besar. Namun, Indonesia masih ada pada peringkat 35 dari 58 negara yang disurvei dalam Institute Development World Competitiveness. Karenanya, Indonesia masih perlu mengembangkan banyak hal, termasuk penelitian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau