JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjayono, di Jakarta, Jumat (30/9/2011), mengatakan menolak pelarangan ekspor rotan, seperti usulan Kementerian Perindustrian. Jika ekspor dilarang tanpa ada solusi penyerapan, akan muncul persoalan pelik.
Faktanya, penyerapan industri dalam negeri masih sedikit. Lalu, rotan-rotan itu mau diapakan. Itu juga rawan konflik daerah.
"Selama ini penghasil rotan ada di luar Jawa, sementara industri pengolahannya ada di Jawa. Bisa-bisa muncul konflik Jawa dan Luar Jawa," katanya.
Dia mengatakan, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian seharusnya kompak untuk mengampanyekan rotan. Saat ini industri rotan tengah menghadapi serangan rotan plastik yang lebih murah dan praktis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang