Sekjen PB PRSI Tonny P Sastramihardja, Jumat (30/9), mengungkapkan, molornya pembangunan arena akuatik menyebabkan uji coba arena akuatik dalam bentuk Kejuaraan Renang Yunior Asia di Palembang batal. Kejuaraan tersebut akhirnya diselenggarakan di kolam renang Senayan, Jakarta.
”Uji coba venue akuatik sudah kita tunda selama tiga bulan karena tidak yakin venue bisa selesai. Ternyata sampai sekarang pun belum selesai,” ujar Tonny.
Tonny mengatakan, uji coba arena wajib dilaksanakan agar rekor yang tercipta di arena akuatik diakui. Uji coba juga harus dihadiri oleh perwakilan Federasi Renang Internasional (FINA) dan Federasi Renang Asia (ASF).
Menurut Tonny, meskipun uji coba arena berupa Kejuaraan Renang Yunior Asia di Palembang batal dilaksanakan, uji coba arena akuatik di Palembang tetap dilaksanakan dengan melakukan simulasi yang diikuti atlet-atlet yunior. Simulasi dilakukan dua kali dengan diawasi perwakilan FINA dan ASF.
”Simulasi akan kami lakukan akhir Oktober. Semoga venue akuatik sudah selesai pada akhir Oktober sehingga bisa melakukan uji coba venue dengan menghadirkan perwakilan FINA dan ASF,” kata Tonny.
Mengenai pemasangan alat pencatat waktu, Tonny optimistis dapat mulai dipasang pada akhir pekan ini. Alat pencatat waktu tersebut sudah dalam perjalanan dari Singapura menuju Palembang.
”Alat pencatat waktu sudah siap digunakan tanggal 7 November karena membutuhkan waktu untuk instalasi. Kontraktor harus saling koordinasi agar pemasangan alat pencatat waktu bisa lancar,” tuturnya.
Menurut Tonny, kondisi kolam renang masih ada kebocoran sedikit, tetapi kebocoran tersebut dapat segera ditanggulangi.
Secara terpisah, Hanny Surkhatty, Ketua Bidang Venue Deputi I Sport dan Venue Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Pusat, mengatakan, Inasoc Pusat terus mengawasi persiapan arena. Untuk arena di Palembang, ia mengaku mengalami keterlambatan dari sisi kemajuan pembangunan dan penyelesaian arena.
”Baskom atau kolam sempat terlambat datang. Saat ini memang sudah bisa dipakai, tetapi belum sempurna terpasang,” ujar Hanny.
Situasi terlambat, ujar Hanny, juga terjadi di Jawa Barat untuk arena dayung di Situ Cipule, Karawang. Untuk mengawasi penyelesaian penyiapan arena, mulai minggu depan Inasoc Pusat akan terus memantau dan mengawasi pembangunan arena.
”Minggu depan, tim dari bidang venue Inasoc Pusat akan memantau persiapan pembangunan di Palembang, juga Jakarta. Kami terus menargetkan venue selesai sebelum SEA
Selain itu, Inasoc Pusat juga berharap Pemprov Sumatera Selatan segera mengatasi masalah kabut asap yang saat ini mendera wilayah Sumsel. ”Kalau di saat SEA Games nanti ada kabut asap, pertandingan bisa terganggu. Penerbangan juga sudah pasti terganggu. Jadi, kami meminta Pemprov Sumatera Selatan untuk mengantisipasi kabut asap itu,” ujar Hanny.