Pesawat tempur

Rafale, Hornet, dan Gripen NG Bersaing di Brasil

Kompas.com - 01/10/2011, 11:05 WIB

BRASIL, KOMPAS.com- Menteri Pertahanan Brasil Celso Amorim mengatakan, negaranya dalam kebutuhan mendesak untuk membeli pesawat tempur baru. Amorim mengatakan, armada pesawat tempur yang dimiliki Brasil saat ini sudah makin menua dan dikhawatirkan tak lagi bisa berfungsi optimal.

"Pada akhir 2013,12 (pesawat tempur) Mirage di Pangkalan Udara Anapolis sudah tak ada yang berada dalam kondisi laik terbang penuh. Ini adalah sesuatu yang benar-benar mendesak, sangat penting," tutur Amorim, Kamis (29/9/2011). Ia menambahkan, Brasil membutuhkan pesawat tempur yang memadai untuk melindungi kawasan Amazon dan perbatasan.

Sedikitnya tiga tipe pesawat tempur bersaing untuk memenangkan kontrak pembelian senilai 4-7 miliar dollar AS dari pemerintah Brasil. Yakni Rafale buatan pabrik Dassault dari Perancis, F/A-18 E/F Super Hornet buatan Boeing dari AS, dan Gripen NG (Next Generation) buatan Saab dari Swedia.

Pesawat-pesawat ini nantinya akan menjadi ujung tombak Angkatan Udara Brasil untuk mengamankan wilayah hutan Amazon yang sangat luas dan sumur-sumur pengeboran minyak lepas pantainya selama tiga dekade mendatang. Saat ini, AU Brasil mengandalkan tugas itu pada 12 pesawat Mirage 2000 B/C buatan Perancis, dan 55 pesawat F-5E buatan AS.

Brasil seharusnya melakukan pengadaan 36 pesawat tempur baru tersebut tahun ini. Namun, rencana itu ditunda hingga tahun depan karena kondisi krisis ekonomi dunia.

Amarim mengatakan, kunci pemilihan Brasil adalah pada masalah transfer teknologi. Pabrikan yang bersedia membagi teknologi pembuatan pesawat tempurnya dengan Brasil akan mendapat prioritas untuk dibeli produknya. Ini semua terkait dengan ambisi raksasa ekonomi baru dunia itu untuk mengembangkan kemampuan produksi pesawat tempur sendiri.

Brasil sudah memiliki industri pesawat terbang yang mapan, yakni Embraer, tetapi baru memproduksi pesawat-pesawat penumpang komersial dan pesawat-pesawat latih tempur.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau