Listrik

PLN Klaim Kehilangan 200 Juta KwH

Kompas.com - 01/10/2011, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran yang sering terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk sering disebabkan oleh penggunaan listrik ilegal atau kerap disebut sebagai pencurian listrik. Lantaran hal itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) kehilangan 200 juta KwH, terhitung sejak Januari hingga September atau sekitar 7 persen dari persediaan.

"Dari Januari sampai sekarang kami mencatat kehilangan 200 juta KwH. Per KwH itu kira-kira sekarang Rp 800," kata Manajer Bidang Distribusi Jakarta dan Tangerang PLN, Paranai Suhasfan, di Jakarta, Sabtu (1/10/2011).

Dengan demikian, PLN kehilangan sebanyak Rp 160 miliar. Sementara itu, jumlah total pelanggan PLN di Jakarta mencapai 3,9 juta. Total pendapatan per bulan mencapai kisaran Rp 2 triliun.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sempat menyatakan bahwa penggunaan listrik ilegal di jakarta mencapai 40 persen. Menanggapi hal ini, Paranai menjelaskan bahwa kemungkinan ada perbedaan definisi ilegal yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI.

"Dari sisi kami, ilegal itu yang tidak sesuai aturan. Dari situ kami mencatat hanya tujuh persen. Enam persen kehilangan teknis dan satu persen pencurian," jelas Paranai.

Ia pun mengakui telah mendengar kabar mengenai Perda Listrik. Bahkan, ia telah diajak untuk memberikan masukan. Menurutnya, apapun peraturan pemerintah akan diikuti selama baik, juga untuk masyarakat.

"Kami sudah dapat undangannya dan akan mengirim perwakilan dari divisi hukum dan niaga kami," tuturnya.

Mengenai persyaratan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi warga yang ingin melakukan penyambungan listrik, pihaknya hanya mengikuti saja. Jika memang diwajibkan dalam peraturan, hal itu mesti ditaati.

"Mungkin, di sini letak perbedaan definisi legal dan ilegal dari Pemda. Mungkin, Pemda menganggap kalau tanpa IMB berarti listrik tersebut ilegal," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau