Museum Batik Nasional Simpan 1.070 Koleksi Batik

Kompas.com - 01/10/2011, 16:54 WIB

PEKALONGAN, KOMPAS.com — Museum Batik Nasional Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyimpan 1.070 koleksi batik kuno dan modern sumbangan dari tokoh pencinta batik di Indonesia.

Petugas Pemandu Museum Batik Nasional Kota Pekalongan Nanang Ihwanusa di Pekalongan, Jumat (30/9/2011), mengatakan bahwa koleksi yang tersimpan di museum tersebut berjenis batik kontemporer, tradisional, dan pesisir.

"Koleksi batik yang tersimpan di Museum Batik Nasional ini merupakan sumbangan beberapa tokoh pencinta batik dari 23 provinsi, satu di antaranya dari mantan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Susilo Sudarman," katanya.

Menurut dia, koleksi batik yang tersimpan di Museum Batik Pekalongan ini juga merupakan jenis batik yang dipengaruhi Kraton Solo, Yogyakarta, Tegal, Pekalongan, Rembang ,dan Lasem.

Setiap tahun koleksi batik kuno tersebut, katanya, dipamerkan secara bergantian karena ruang pameran koleksi batik cukup sempit.

"Koleksi batik kuno yang kami pamerkan selalu diganti tiga hingga empat kali setahun sebagai upaya menghindari kerusakan pada kain batik itu," katanya.

Ia mengatakan, jumlah pengunjung Museum Batik Nasional Kota Pekalongan rata-rata mencapai 1.500 orang per bulan.

"Namun, kami pastikan jumlah pengunjung museum akan meningkat saat festival Pekan Batik Fiesta digelar mulai 3 Oktober 2011," katanya.

Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan Heritiyono mengatakan, untuk menyambut kegiatan Pekan Batik Fiesta ini, Pemerintah Kota Pekalongan akan menggelar parade melukis seribu payung dan pameran batik.

"Pada intinya, kegiatan Batik Fiesta ini akan kami gelar semeriah mungkin sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pekalongan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau