Festival kuliner nusantara

Berburu Makanan Enak di Kepadatan Pengunjung

Kompas.com - 01/10/2011, 22:09 WIB

KOMPAS.com- Makanan lezat khas Nusantara sangat dinikmati masyarakat. Untuk mendapatkannya, kita rela berdiri mengantre berjam-jam demi mencicip hidangan yang menggoda indera lidah.

Pemandangan lazim itu pun tampak dalam Festival Kuliner Nusantara di Mal Sumarecon Serpong Tangerang Selatan, Sabtu (1/10/2011). Dalam pameran yang menampilan sekitar 70 stan masakan dari berbagai penjuru Indonesia itu, pengunjung harus antre dan bermodal sabar demi memarkir memarkir kendaraan.

Pengamatan Kompas, pengunjung membutuhkan waktu hampir satu jam berburu tempat parkir yang kosong. Sesampai di areal festival pun pengunjung kembali harus antre panjang untuk menukarkan uang dengan lembaran kupon uang layaknya permainan monopoli.

Tantangan berlanjut saat harus mengantre sate Madura yang terkenal itu. Pemandangan serupa juga tampak di stan-stan lain.

Setelah mendapatkan menu favorit, kesulitan kembali dihadapi untuk mendapatkan tempat duduk. Meski sudah tersedia puluhan bahkan ratusan bangku, tetap saja kurang menampung animo peminat pemuas lidah ini.

Ada sedikit tips untuk Anda jika Anda berminat datang ke Festival Kuliner Nusantara di Mal Sumarecon Serpong yang digelar sejak 23 September hingga 9 oktober mendatang.

Pertama, kalau membawa kendaraan pribadi, mending parkir di luar Mal Summarecon Serpong. Parkiran ini tampak aman dan resmi karena dijaga dan disediakan oleh petugas pengamanan mal. Maklum saja, parkiran di halaman mal digunakan untuk areal Festival Kuliner.

Kedua, tukar uang Anda dengan kupon di loket bagian dalam. Antrean penukaran uang dapat dihitung dengan jari tangan saja.

Ketiga, jika Anda membawa keluarga, mending cari tempat duduk kosong dulu sebelum membeli makanan.

Sebagai tambahan informasi, festival ini dibuka untuk umum setiap Senin sampai Jumat pukul 16.00-22.00 WIB. Untuk hari Sabtu dan Minggu, festival dibuka mulai pukul 11.00-23.00 WIB.

Setiap harinya, festival ini juga akan dimeriahkan oleh kesenian tradisional dari Bali dan beberapa daerah di Indonesia. Sebagai tema besar terasa nuansa khas Pulau Dewata. Alunan musik tradisional Bali serta hiasan janur serta kain kotak, serasa membawa pengunjung ke Negeri Seribu Pura itu.

Makanan lezat khas Bali seperti nasi Bali, nasi ayam betutu, nasi jenggo, nasi kucing sambel gledek, hingga makanan dari daerah lain seperti sate pak Kempleng Ungaran, sate Kelinci, Nasi goreng kambing, dan gudeg-sambal goreng siap menghapus lelah saat mengantre. Selamat berwisata kuliner...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau