Firasat Sempat Melintas di Benak Istri Alm. Topo

Kompas.com - 01/10/2011, 23:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Firasat buruk sempat melintas di benak Barbara Budiyanti (54), istri almarhum Bagus Soetopo Sucito Putro (61), yang adalah Flight Operation Officer (FOO) Casa 212-200. Peliharaan kesayangan suaminya, yaitu seekor burung yang didapat dari pedalaman Papua, kedapatan mati sebelum peristiwa naas menimpa Cassa 212-200 di Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, Kamis (29/9/2011).

"Mama sempat ngomong jangan-jangan ada apa-apa dengan yang di sana (suaminya)," tutur Diego Bagus Bawono, putra kedua dari empat buah hati pasangan Alm. Topo dan Barbara Budiyanti di rumah duka, Kompleks Villa Japos B3, No.2, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (1/10/2011).

Diego dan saudara-saudaranya tidak menanggapi tutur ibunya, hingga terjadinya musibah jatuhnya pesawat yang diawaki ayah mereka.

Sebelumnya, peristiwa itu sempat dikabarkan kepada Topo, perwira penerbangan PT Nusantara Buana Putra itu. Topo, saat itu hanya meminta sang istri untuk menguburkan bangkai burung kesayangannya.

Di luar itu, Diego mengaku tidak pernah mendapat firasat atau tanda-tanda khusus. Ia mengaku, sejak kecil keluarganya sudah terbiasa ditinggalkan sang ayah untuk kepentingan dinasnya.

Sumatera Utara bukanlah daerah baru baginya. "Bapak sudah sering bertugas di sana. Daerah-daerah berbahaya di (Indonesia) Timur, seperti Papua, Ambon, dan Kupang, sudah sering dia kunjungi," jelas Diego, yang bertindak selaku jurubicara keluarga bagi kalangan pers. Itu sebabnya keberangkatannya ke Medan pada 12 September lalu dianggap biasa saja oleh anggota keluarganya.

"Kami malah sudah rencana merayakan ulang tahun bapak 22 Oktober nanti," tutur Diego dengan mata berkaca-kaca.

Kamis (29/9) pagi sebelum perjalanan maut, Topo sebagaimana lazimnya, menelepon sang istri memberitahukan akan melakukan perjalanan dari Medan menuju Kutacane, Aceh. Tak lupa ia menitip pesan untuk membangunkan putri bungsunya, Sunny Leoni Kesumasari (17). "Ia juga bilang mau pulang Senin depan," lanjut Diego.

Rencana kepulangan tersebut memungkinkan mereka merayakan ulang tahun sang ayah secara bersama. Sayang, rencana itu tidak mungkin terlaksana.

Informasi resmi yang disampaikan Ketua Badan SAR Nasional Marsekal Madya Sudaryatmo menyebutkan, seluruh awak dan penumpang pesawat Cassa 212-200 yang jatuh di Taman Nasional Gunung Leuser meninggal dunia.

Topo, FOO yang telah malang melintang di sejumlah maskapai penerbangan itu akhirnya berpulang. Istrinya, Barbara Budiyanti, beserta putra sulungnya Manggar Ariestaro Bagus Saputro (31) telah berada di Medan untuk menjemput jenazahnya. Tiga putra/i lainnya, Diego, Landi Trihasti Muntena (27), Sunny menanti kedatangan jasad ayah mereka. Sejumlah keluarga, tetangga, dan sahabat-sahabat ayahnya tampak turut menemani mereka di rumah duka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau