Siswi SMP Diperkosa Tiga Temannya

Kompas.com - 02/10/2011, 04:46 WIB

BANJARMASIN, Kompas.com - Seorang siswi kelas II SMP di Banjarmasin menjadi korban pemerkosaan tiga temannya. Gadis berusia 14 tahun ini dinodai secara bergilir.

Siswi tersebut hanya bisa meneteskan air mata ketika keluar dari pintu RSUD Ulin Banjarmasin. Warga Jalan Batu Benawa Banjarmasin itu pulang diantar seorang petugas kepolisian.

"Dia pergi tadi sore sekitar pukul 18.00 Wita, diantar seorang polisi. Dia terus menunduk dan terlihat terus menangis. Mungkin masih syok," ujar seorang perawat saat ditemui di depan RSUD Ulin Banjarmasin, Sabtu (1/10/2011) malam.

Siswi ini harus dilarikan ke rumah sakit, setelah ditemukan tak sadarkan diri di bagian bawah rencana bangunan rumah dinas wali kota Banjarmasin, di Jalan Japri Zamzam, Sabtu siang sekitar pukul 10.30 Wita. Saat ditemukan, dia mengenakan baju kaos hitam dan rok seragam pramuka, namun dalam kondisi tidak mengenakan celana dalam.

Siswi kelas II salah satu SMP di Banjarmasin itu diduga menjadi korban perkosaan, karena celana dalamnya ditemukan tergeletak di sekitar lokasi. Dia pertama kali dilihat oleh seorang warga yang kebetulan sedang buang air kecil di sekitar lokasi.

"Ada orang yang kencing di gedung itu dan melihat ada gadis itu tergeletak, karena tak berani dia memberitahukannya kepada warga sekitar sini," ungkap H Lian, warga sekitar.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsekta Banjarmasin Tengah. Siswi ini pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Hanya berselang sekitar dua jam, anggota Buser Polsekta Banjarmasin Tengah mengamankan tujuh anak baru gede (ABG) yang diduga terkait musibah yang menimpa gadis tersebut.

Tiga pelaku, yakni Rz (14), warga Jalan Soetoyo S yang mengaku sebagai kekasih korban, Ibrahim alias Mail (18), dan Hr (14), warga Soetoyo S, Banjarmasin, mengatakan sempat mencabuli korban. Hr saat ini masih berstatus siswa sebuah Madrasah Tsanawiyah di Banjarmasin, sedangkan Rz dan Mail sudah tidak sekolah lagi.

Sedang empat ABG lainnya, yakni MI (15) warga Yapahut, Banjarmasin, Mr (16), warga Banyiur Luar, LR (17) warga Jalan Soetoyo S, dan Mz (16), warga Jalan PHM Noor, mengaku tidak ikut menyetubuhi korban. Rz disergap petugas saat pulang ke rumahnya bersama dengan MI. Sedangkan yang lainnya diamankan petugas saat berada di rumah Mz.

Mr ikut diamankan karena kebetulan juga berada di rumah Mz, sedangkan dia mengaku tidak ikut ke bangunan rumah dinas wali kota itu. Hingga tadi malam mereka menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banjarmasin.

Kepada polisi, Rz mengaku mereka tidak ada rencana sama sekali untuk menyetubuhi Bunga. Di bangunan rumah dinas wali kota itu, mereka hanya berniat foto-foto.

"Pagi hari saya menerima SMS diminta mengajak jalan-jalan. Usai saya jemput di sekolah, kami ke bangunan itu untuk foto-foto. Akhirnya, saya menyetubuhi dia saat yang lain berada di bagian atas bangunan. Setelah saya selesai, baru Mail turun dan ikut melakukan juga," jelas Rz.

Diakui Rz, sebelum melakukan itu, dia dan beberapa temannya sempat minum-minuman beralkohol oplosan dan sebagian temannya ada yang ngelem.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah, AKP A Fathul Ulum menjelaskan, terkait kejadian ini, telah diamankan tujuh ABG. "Dari hasil pemeriksaan sementara, yang mengaku ikut menyetubuhi korban baru tiga orang," ujarnya. (Banjarmasinpost, Nukholis Huda/Budi Arif RH)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau