16 Desa Baru di Bali Terjangkit Rabies

Kompas.com - 02/10/2011, 13:51 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Pejabat Dinas Peternakan Provinsi Bali mengatakan selama kurun waktu enam bulan terakhir terdapat 16 desa baru di Pulau Dewata yang terjangkit rabies.

"16 desa yang baru terjangkiti itu tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota daerah tujuan wisata internasional tersebut," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra di Denpasar, Minggu (2/10/2011).

Dia menjelaskan, desa yang baru terjangkit itu artinya di wilayah tersebut baru terdapat lagi kasus penyakit anjing gila selama periode waktu tersebut.

Menurut Sumantra, desa baru yang terjangkit itu memiliki kategori tersendiri, yakni desa aktif dan paling aktif. "Desa aktif artinya selama enam bulan hanya ditemukan beberapa kasus rabies, sedangkan paling aktif yakni setiap bulannya selalu terdapat kasus positif rabies," ujarnya.

Sumantra mengatakan meskipun terdapat 16 desa baru yang terjangkit tersebut tetapi banyak desa lainnya yang sudah terbebas dari penyakit mematikan itu.

Hal itu, katanya, berkat program penanganan yang terpadu, salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi massal terhadap anjing. "Program vaksinasi massal ini cukup berhasil menekan kasus rabies sekaligus meminimalisir kejadian gigitan oleh hewan penyebar virus itu," ujarnya.

Sumantra menjelaskan selama enam bulan sebanyak 23 desa yang tidak ada kasus rabies sedangkan selama kurun waktu sembilan bulan sudah sebanyak 37 desa yang bebas kasus.

"Selama kurun waktu 12 bulan atau satu tahun sebanyak 166 desa di Bali sudah tidak ditemukan lagi kasus penyakit anjing gila," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau