Keajaiban dunia

Jusuf Kalla Jadi Duta Pulau Komodo

Kompas.com - 02/10/2011, 20:47 WIB

POSO, KOMPAS.com — Komunitas Penggalangan Pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru (The New Seven Wonders) mendaulat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Duta Besar Pulau Komodo. Dengan begitu, perjuangan untuk menempatkan pulau yang menjadi habitat kadal purba raksasa itu sebagai tujuh keajaiban dunia terus dilanjutkan.

Saat berkunjung ke Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (2/10/2011), Kalla mengatakan, dirinya diminta untuk menjadi Duta Besar Pulau Komodo, Jumat lalu. Politisi yang kini menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu langsung menyatakan kesediaannya.

”Jika Pulau Komodo masuk tujuh keajaiban dunia, itu promosi luar biasa yang bisa memajukan pariwisata di pulau tersebut dan akhirnya memakmurkan ekonomi masyarakat. Berapa banyak peningkatan jumlah turis yang akan datang. Itu akan memberi citra positif bagi bangsa Indonesia sekaligus memajukan pariwisata kita,” tuturnya.

Kalla menjelaskan, saat ini ada 28 finalis dari seluruh dunia yang masuk dalam The Seven Wonders. Salah satunya Pulau Komodo. Penilaian pemenang berdasarkan jumlah dukungan lewat pesan pendek (SMS) terbanyak yang dikirimkan lewat nomor 9818.

”Untuk bisa menang, kami menargetkan bisa mengumpulkan 100 juta dukungan SMS. Waktu pengumpulannya tinggal 39 hari lagi,” katanya.

Menurut perhitungan sementara, pengguna telepon seluler di Indonesia sekarang mencapai sekitar 140 juta orang. Jika sebagian besar mau mengirim dukungan, tentu Pulau Komodo bisa menang.

Masyarakat bisa ikut membantu dengan menulis kata ”Komodo” dan mengirimkannya ke nomor 9818. ”Kalau kita menang, Pulau Komodo bisa jadi seperti Bali kedua,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau