Presiden Segera Panggil Calon Menteri

Kompas.com - 03/10/2011, 09:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono sudah menyelesaikan simulasi pos kementerian yang akan diganti berikut calon-calonnya. Dalam waktu dekat, Presiden akan memanggil para calon menteri, kemudian mengumumkan susunan kabinet baru itu sebelum 20 Oktober 2011.

"Saya mendengar simulasi terakhir sudah dilakukan bersama Wapres, Sabtu lalu. Akan tetapi, hal tersebut pada pekan ini masih akan didalami kembali. Ada orang-orang yang memang profesional dan memiliki integritas. Akan tetapi, saya juga mendengar ada yang tetap ingin masuk melalui bisik-bisik," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada Kompas, Senin (3/10/2011) pagi.

Tanpa menyebut waktu dan siapa calon-calon itu, Daniel menyatakan bahwa dalam waktu dekat, Presiden akan memanggil dan selanjutnya akan mengumumkannya.

Informasi yang didapat dari sumber lain menunjukkan, pemanggilan akan dilakukan pada tanggal belasan pada Oktober ini. Para calon menteri akan dipanggil satu per satu ke kediaman pribadi Presiden di Puri Cikeas.

Selanjutnya, Presiden akan mengumumkan susunan kabinet baru itu beberapa hari menjelang tanggal 20 Oktober di Istana Merdeka. Sebelum mengumumkan kabinet yang baru, Presiden akan menyampaikan pidato mengenai latar belakang penggantian dan program kerja kabinet baru.

Adapun pelantikan kabinet baru itu akan dilakukan di Istana Negara pada tanggal 20 Oktober, bertepatan dengan dua tahun dilantiknya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono, atau paling lambat pada 22 Oktober 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau