Sarana pendidikan

540 SD di NTT Direhab Tahun Ini

Kompas.com - 03/10/2011, 11:04 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Sebanyak 540 gedung sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) direhabilitasi tahun ini. Pelaksanaan kegiatan di provinsi ini ditandai dengan peletakan batu pertama secara serempak di dua lokasi, yakni di SD Negeri Asam Tiga, Kabupaten Kupang, dan di SMP Negeri 6, Kota Kupang.

Peletakan batu pertama di Kota Kupang dilakukan oleh Wali Kota Kupang Daniel Adoe, sementara di SD Negeri Asam Tiga dilakukan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, dan disaksikan Direktur Pembinaan SD Kemediknas Ibrahim Bafadal.

Menurut Ibrahim, pengerjaan rehabilitasi bangunan sekolah itu dilakukan secara swakelola bekerja sama dengan TNI AD setempat. "Keseluruhan pengerjaannya harus rampung tahun ini, yang berarti selama tiga bulan dari hari ini," jelasnya.

SD Negeri Asam Tiga di Naibonat, Kabupaten Kupang, hingga kini masih dengan bangunan darurat. Kondisi bangunan yang sudah reyot, beratap daun, berlantai tanah, dan berdinding bebak atau rangkaian pelepah gewang (sebangsa palem).

Kursi-meja sekolah dirangkai seadanya dan ditancapkan ke dalam tanah. Dalam kunjungan ke Kupang sekitar empat bulan lalu, Mendiknas M Nuh berkesempatan mengunjungi sekolah reyot tersebut. Dalam percakapan jarak jauh, Nuh meminta Ayub Titu Eki agar tetap membiarkan banggunan reyot SD Negeri Asam Tiga sebagai museum pendidikan NTT.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau