Masih Banyak Angkutan yang Belum Patuhi Aturan

Kompas.com - 03/10/2011, 12:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun razia dan pemeriksaan terus dilakukan aparat, masih banyak angkutan umum yang tidak mematuhi aturan. Hal ini dilihat dari masih banyaknya angkutan yang terkena razia seperti kaca film, rem, kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, dan juga surat-surat yang tidak lengkap.

Dari razia di seluruh wilayah Jakarta selama dua pekan, 18-30 September 2011, telah terjaring total 2.228 angkutan umum. Rinciannya, sebanyak 2.060 angkutan umum dicopot kaca filmnya, 146 angkutan umum diberi tindakan administrasi atau diberi berkas acara pemeriksaan (BAP) dalam bentuk tilang, dan 22 angkutan umum distop operasi sementara karena dinyatakan tidak laik jalan.

"Masih banyak pengusaha angkutan umum yang sukarela memperbaiki kondisi mobilnya. Mau tidak mau razia terus kami lakukan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Senin (3/10/2011).

Dia mengimbau, perbaikan kondisi angkutan sangat penting karena menyangkut keselamatan hidup banyak orang.

"Saya harap ada kemauan tinggi dari pemilik PO untuk mengoperasikan angkutan umum yang laik jalan dan sopir yang memiliki kelengkapan surat dan administrasi lainnya. Dengan demikian, tidak hanya masyarakat saja yang diuntungkan. PO juga mendapatkan untung karena warga lebih memilih angkutan umum yang laik jalan," tegas Pristono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau