PAN dan PKS Tak Bahas "Reshuffle"

Kompas.com - 03/10/2011, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera hingga saat ini belum melakukan pembicaraan internal untuk menyikapi rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Kedua pimpinan partai politik tersebut mengaku tak mengajukan nama calon menteri.

"Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mengajukan calon baru," kata Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, yang juga Menteri Koordinator Perekonomian, kepada para wartawan di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Sementara itu, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan, partainya belum melakukan komunikasi dengannya terkait rencana Presiden melakukan perombakan kabinet.

Ketika ditanya apakah partainya telah melakukan komunikasi dengan Presiden, Tifatul mengaku tidak mengetahuinya. Politisi senior ini meminta para wartawan untuk bertanya langsung kepada pengurus DPP PKS.

Berbeda dengan Tifatul, Hatta menegaskan, hingga saat ini Presiden belum melakukan komunikasi dengannya dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PAN. Hatta enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait sejumlah informasi yang menyebut bahwa ada kader PAN di kabinet yang akan diganti.

"Saya tak mau mendahului. Soal reshuffle, hanya Presiden dan Tuhan yang mengetahuinya," kata Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau