Penyakit Jantung, Sesuatu yang Bisa Dihindari

Kompas.com - 03/10/2011, 13:55 WIB

Kompas.com - Penyakit jantung sering dianggap sebagai penyakit orang berumur. Tetapi, orang muda tidak boleh mengabaikannya karena penyakit ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang terjadi selama puluhan tahun akibat gaya hidup modern.

Kebanyakan penyakit jantung terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Lantas, apa yang menyebabkan arteri ini menyempit? "Penyebabnya yang utama adalah gaya hidup kita," kata Prof.Budhi Setianto, Sp.JP, dari RS.Jantung Harapan Kita, di sela acara press conference Cintai HIdup Cintai Jantung yang digelar Quaker Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejatinya, banyak yang bisa kita perbuat untuk memperlambat bahkan mencegah penyakit jantung koroner dengan pola hidup sehat. Salah satunya melalui pola makan.

"Pola makan menjadi salah satu kunci utama menjaga kadar kolesterol agar jantung tetap sehat. Salah satunya adalah mengonsumsi secara rutin bahan pangan kaya serat, terutama serat larut untuk menurunkan kolesterol," kata Budhi.

Mari kita simak beberapa kiat dari para ahli untuk menjaga jantung tetap sehat dan dapat bekerja optimal.

1. Berhenti merokok

Mungkin ini adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung. Para perokok yang sudah setahun berhenti merokok, risikonya berkurang hingga setengahnya untuk terkena serangan jantung. Setelah 15 tahun berhenti merokok, risiko Anda untuk mati karena penyakit jantung sama seperti orang-orang yang tidak pernah merokok. Selain itu, berusahalah agar tidak menjadi perokok pasif.

2. Olahraga teratur

Ada banyak alasan mengapa olahraga menyehatkan jantung. Pertama, olahraga rutin akan menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Anda juga bisa memperoleh berat badan yang ideal dari kegiatan ini. Berolahragalah minimal 30 menit setiap hari.

3. Kurangi kolesterol Jika pola makan Anda dipenuhi oleh makanan-makanan yang kaya lemak dan kaya kolesterol, maka hasil tes kolesterol darah total Anda mungkin sekali di atas normal. Upayakan agar kolesterol Anda di bawah 200 mg/dl. Dr.Pauline Endang Praptini, Sp.GK, mengatakan konsumsi 70 gram serat larut seperti oatmeal secara rutin terbukti menurunkan kadar kolesterol.

4. Turunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi sering dijuluki pembunuh diam-diam. Tekanan darah tinggi akan memberikan beban sangat berlebihan kepada jantung dan arteri hingga akhirnya dapat mengundang serangan jantung, selain stroke. Salah satu cara menormalkan tekanan darah adalah dengan mengurangi natrium (garam) dari pola makan Anda.

5. Kendalikan stres

Stres bisa membuat jantung Anda menderita. Ada banyak cara untuk meredakan stres, misalnya olahraga, istirahat, menarik napas panjang, meditasi, atau yoga.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau