Makan Rawon Nguling Langsung di Kota Asalnya

Kompas.com - 03/10/2011, 14:46 WIB

KOMPAS.com - Ingin makan rawon Nguling di tempat asalnya? Datanglah ke Warung Rawon Nguling di Kecamatan Nguling, Probolinggo, Jawa Timur. Warungnya terletak di jalur utama utara Jalan Surabaya-Bali. Apabila Anda melalui darat di jalur utara pasti melewati warung rawon legendaris ini.

Meskipun sekarang rawon nguling sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta dan kota besar lainnya, tetapi makan di warung asalnya tempat berdiri terasa berbeda. Foto-foto Presiden SBY yang pernah makan di tempat tersebut jadi pajangan utama di hiasan temboknya. Meja kayu dan kursinya diatur model memanjang sehingga ratusan orang bisa makan bersama di warung ini.

Begitu masuk warung, kita akan ditawari daftar menu bermacam-macam masakan Jawa Timur. Tetapi tetap pengunjung paling banyak memilih nasi rawonnya. Di meja sudah tersedia gorengan lauk pauk mulai dari gorengan empal daging, otak, limpa, tahu, dan tempe yang buat ukuran orang Jakarta termasuk besar-besar irisannya.

Nasi rawon Nguling terhidang dicampur nasi dan irisan daging sapi rawon dengan sambel terasi dan taoge pendek sebagai perlengkapannya. Kuah rawonnya agak encer kehitaman karena ada bumbu kluwek, bumbu khusus untuk campuran rawon. Terasa segar dimakan panas-panas dan daging sapinyanya sangat empuk. Di Jawa Timur jarang makan nasi dengan kuah terpisah, tidak seperti di Jakarta.

Dimakan dengan kerupuk udang atau kerupuk ikan, rasanya makin mantap. Rasa rawon yang berkuah encer kehitaman terasa pas bumbunya di lidah. Apalagi dicampur sambel terasi taoge, terasa pedas-pedas dikit dan segar saat makan di tengah perjalanan. Sangat cocok dimakan di tengah kelaparan perjalanan karena porsi nasinya cukup banyak.

Tambah nikmat rasanya dimakan dengan gorengan  tempe  dan empal daging goreng. Makin mewah makan rawon Nguling dengan tambahan empal goreng dan tempe karena harganya akan dua kali lipat dibanding hanya nasi rawonnya aja yang harganya Rp 12.500 per piring. Meskipun tebal, empal gorengnya empuk dan terasa rasa bumbunya.

Di warung ini ada juga pilihan nasi soto, nasi sop, nasi gule, nasi lodeh, dan lainnya hampir semua menu andalan makanan khas Jawa Timur ada. Tetapi menu andalannya tetap nasi rawon apalagi nama warungnya tetap “Warung Rawon Nguling” meskipun menunya beragam.

Minuman segarnya adalah jamu bikinan sendiri seperti es beras kencur. Es sinom juga segar diminum di siang hari yang panas. Untuk oleh-oleh khas Jawa Timur mulai tape Bondowoso, macam-macam kerupuk Surabaya, keripik tempe Malang, suwar suwir Jember, dan makanan khas Jawa Timur lainnya juga tersedia warung ini. (Asita Suryanto)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau