Busyro: Tak Ada Untungnya KPK Alihkan Isu

Kompas.com - 03/10/2011, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas membantah pernyataan berbagai pihak bahwa KPK melakukan pengalihan isu dalam menangani kasus. Setiap langkah penyidik, kata Busyro, berdasarkan fakta yang ada.

"Keuntungannya apa kalau kami mengalihkan isu? Sama sekali ngga ada gunanya buat KPK. Itu juga bukan model kami. Itu justru blunder buat kami kalau dilakukan," kata Busyro saat rapat konsultasi di DPR, Senin (3/10/2011).

Rapat konsultasi yang diadakan pimpinan DPR itu menghadirkan pimpinan KPK, Kepala Polri, Jaksa Agung, pimpinan Komisi III, dan pimpinan fraksi. Rapat itu untuk membahas polemik pascapemeriksaan empat pimpinan Badan Anggaran DPR di KPK.

Busyro memberi contoh tudingan bahwa KPK mengalihkan perhatian terkait kasus suap wisma atlet Sea Games di Kementerian Pemuda Olahraga dengan mengusut kasus di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Menurut Busyro, kasus suap wisma atlet lebih kompleks dibanding kasus suap di Kemennakertrans. "Tidak mungkin lebih cepat tangani kasus itu (wisma atlet) dibanding kasus kedua. Dan kompleksitasnya seperti apa kita sama-sama tahu lah," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Busyro kembali menjelaskan mengenai pemeriksaan empat pimpinan Banggar. Sebelumnya, KPK telah menjelaskan melalui surat kepada pimpinan DPR. Keempatnya, kata dia, diperiksa sebagai saksi serta secara perorangan dan bukan secara lembaga.

"Mengapa dipanggil bersama-sama? Itu semata-mata teknis penyidikan terkait kasus Kemennaketrans. Tidak ada maksud apapun juga untuk memanggil atau mengadili badan. Itu ngga mungkin kita lakukan," ucap Busyro.

Keempatnya diperiksa, lanjut dia, lantaran ada keterangan saksi dan tersangka yang perlu diklarifikasi. "Jangan sampai kalau ini tidak dikonfirmasi kemudian ada opini yang berkembang bahwa KPK tebang pilih," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau