Pelayaran

Inspektur Pelayaran Didesain Bekerja Delapan Jam

Kompas.com - 03/10/2011, 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Inspektur pelayaran atau petugas pengawas setiap pelayaran di wilayah perairan Indonesia, sejak dulu didesain sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja delapan jam sehari. Kondisi ini membuat tenaga pengawas pelayaran di Indonesia sangat minim, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan permintaan atas moda transportasi laut.

"Tenaga pengawas menjadi terasa sangat kurang, ketika pelabuhan didesain untuk tetap beroperasi 24 jam, sementara para inspektur didesain bekerja beberapa jam dalam sehari," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Leon Muhammad, di Jakarta, Senin (3/10/2011).

Meski demikian, keinginan untuk menambah jumlah PNS yang menjadi pengawas pelayaran, tidak dapat dengan mudah dilakukan. Hal itu terjadi karena program penambahan jumlah PNS sedang dihentikan sementara.

"Biasanya, kebutuhan pengawas itu kami ajukan tahun ini, tahun depan baru dibahas, dan disetujui setahun kemudian," ujarnya.

Dalam Peta Jalan Menuju Tingkat Kecelakaan Nol Persen (Roadmap to Zero Accident) Kementerian Perhubungan 2007-2009, sebenarnya telah diprogramkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) para ahli keselamatan.

Itu antara lain dilakukan dengan mendidik Ahli Nautika Tingkat (ANT) I-IV, Ahli Teknik Tingkat (ATT) I-IV, Marine Inspector, Pengukuran kapal, Kepanduan, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, serta Hydrografi.

Selain itu, ada Diklat Global Marine Distress Safety System, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Kesyahbandaran, KPLP, SAR, ISPS-Code (International Ship Security and Port Facility Code), Port State Control Officer, Keselamatan Dasar, Pemadam Kebakaran tingkat Lanjut (Advance Fire Fighting), Tenaga Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan darurat (Medical Emergency First Aids), International Safety Management (ISM) Code, Petugas Pengamanan Kapal (Ship Security Officer) dan ahli Radar Simulator.

Setiap tahunnya, Kementerian Perhubungan menargetkan ada penambahan ahli-ahli itu sebanyak 600 orang, sehingga dalam tiga tahun, seharusnya ada tambahan sekitar 1.800 orang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau