JAKARTA, KOMPAS.com - Inspektur pelayaran atau petugas pengawas setiap pelayaran di wilayah perairan Indonesia, sejak dulu didesain sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja delapan jam sehari. Kondisi ini membuat tenaga pengawas pelayaran di Indonesia sangat minim, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan permintaan atas moda transportasi laut.
"Tenaga pengawas menjadi terasa sangat kurang, ketika pelabuhan didesain untuk tetap beroperasi 24 jam, sementara para inspektur didesain bekerja beberapa jam dalam sehari," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Leon Muhammad, di Jakarta, Senin (3/10/2011).
Meski demikian, keinginan untuk menambah jumlah PNS yang menjadi pengawas pelayaran, tidak dapat dengan mudah dilakukan. Hal itu terjadi karena program penambahan jumlah PNS sedang dihentikan sementara.
"Biasanya, kebutuhan pengawas itu kami ajukan tahun ini, tahun depan baru dibahas, dan disetujui setahun kemudian," ujarnya.
Dalam Peta Jalan Menuju Tingkat Kecelakaan Nol Persen (Roadmap to Zero Accident) Kementerian Perhubungan 2007-2009, sebenarnya telah diprogramkan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) para ahli keselamatan.
Itu antara lain dilakukan dengan mendidik Ahli Nautika Tingkat (ANT) I-IV, Ahli Teknik Tingkat (ATT) I-IV, Marine Inspector, Pengukuran kapal, Kepanduan, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, serta Hydrografi.
Selain itu, ada Diklat Global Marine Distress Safety System, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Kesyahbandaran, KPLP, SAR, ISPS-Code (International Ship Security and Port Facility Code), Port State Control Officer, Keselamatan Dasar, Pemadam Kebakaran tingkat Lanjut (Advance Fire Fighting), Tenaga Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan darurat (Medical Emergency First Aids), International Safety Management (ISM) Code, Petugas Pengamanan Kapal (Ship Security Officer) dan ahli Radar Simulator.
Setiap tahunnya, Kementerian Perhubungan menargetkan ada penambahan ahli-ahli itu sebanyak 600 orang, sehingga dalam tiga tahun, seharusnya ada tambahan sekitar 1.800 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang