Terorisme

Awlaki Tewas, Al Qaeda Lumpuh Sementara

Kompas.com - 04/10/2011, 05:13 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Tewasnya Anwar al-Awlaki, pendakwah sekaligus tokoh penting kelompok teroris Al Qaeda di Yaman kelahiran Amerika Serikat, diyakini  bisa melemahkan organisasi itu untuk sementara waktu.

Akan tetapi, satu-satunya cara untuk melumpuhkan Al Qaeda di wilayah Yaman secara permanen hanyalah menewaskan pucuk pimpinannya, Nasir al-Wahayshi, dan beberapa  tokoh lain.

Analisis itu tercantum dalam laporan sebuah studi yang dilakukan pusat kontraterorisme Angkatan Darat Amerika Serikat, Senin (3/10). Seperti diwartakan, Al-Awlaki tewas dalam sebuah serangan pesawat tempur tanpa awak (drone) dinas rahasia AS (CIA), pekan lalu.

Koreksi

Laporan tentang Wahayshi itu seolah menjadi semacam koreksi dari laporan intelijen sebelumnya yang menganggap kematian Awlaki dan Samir Khan, tokoh propagandis Al Qaeda yang ikut tewas dalam serangan drone tersebut, sebagai penentu keberlanjutan organisasi teroris itu.

Wahayshi pernah menjadi asisten pemimpin utama Al Qaeda, Osama bin Laden, selama berada di Afganistan. Dia bersama beberapa nama lain justru kemudian diketahui sebagai tokoh kunci yang menggerakkan Al Qaeda di Yaman.

”Ketergantungan sepenuhnya terhadap sang pemimpin secara simultan juga sekaligus menjadi titik kelemahan utama dari kelompok Al Qaeda di Semenanjung Arab,” ujar Gabriel Koehler-Derrick, editor studi tersebut. Dengan begitu, lanjut Derrick, menyingkirkan si pemimpin dari medan pertempuran juga akan berdampak mengalahkan seluruh kelompok itu.

Nama Wahayshi muncul pertama kali ketika memimpin dua kali serangan bom bunuh diri ke fasilitas pengeboran minyak milik AS di Yaman pada 2006.

Selain Wahayshi, masih terdapat tokoh sentral lain, seperti pemimpin militer Al Qaeda di Yaman, Abdullah al-Rimi, yang sampai sekarang terus diburu untuk diinterogasi lantaran disinyalir terkait dengan pengeboman kapal perang AS USS Cole di Aden, Yaman, tahun 2000. Dalam kejadian itu, 17 prajurit Angkatan Laut AS tewas.

Menurut Derrick, Wahaysi dan Al-Rimi sama-sama berperan mengirim perintah penyerangan. Dalam dua rekaman suara berbeda, keduanya memerintahkan aksi jihad dan penyerangan terhadap AS.

”Namun, sayang, rekaman-rekaman itu tidak terlalu ditanggapi serius saat itu hanya karena pesan disampaikan dalam bahasa Arab,” ujar Derrick.

Pengganti Bin Laden, Ayman al-Zawahiri, diketahui telah menjadikan Yaman sebagai kawasan yang ideal bagi mereka untuk memulai sistem kekhalifahan Islam.

Akan tetapi, belakangan, hal tersebut malah seolah membangkitkan dua raksasa tidur, Pemerintah Yaman dan kelompok suku-suku di sana. (AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau