Larangan Tanpa Penonton Solusi Jitu

Kompas.com - 04/10/2011, 06:02 WIB

LONDON, KOMPAS.com Mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, menyarankan agar klub-klub tidak gentar dalam memberikan hukuman kepada para pendukungnya yang tidak bersikap sportif. Pertandingan tanpa penonton bisa diterapkan sebagai efek jera bagi para pendukung yang "bandel".

Usulan Wright itu sebagai respons terhadap tindakan pendukung Arsenal yang mengejek penyerang Manchester City, Emmanuel Adebayor, dalam pertandingan Premier League, Minggu (2/10/2011). Saat itu, pendukung "The Gunners" mengintimidasi Adebayor dengan nyanyian yang bernada ejekan.

Mereka mengejek Adebayor dengan nyanyian bernada doa buruk, "Seharusnya kamu ditembak mati di Angola, seharusnya kamu mati. Ejekan itu membuka kenangan buruk saat Adebayor selamat dari serangan bersenjata terhadap bus yang ditumpanginya bersama tim nasional Togo di Angola pada 8 Januari 2010.   

"Pendukung berkumpul terdiri dari semua suku. Semua bisa terjadi. Tidak ada hukum yang bisa menghentikan mereka. Siapa yang berani masuk ke dalam kerumunan dengan jumlah 100 orang yang mungkin saja mereka mabuk dan mengejek? Tidak ada yang bisa dilakukan," kata Wright kepada Sky Sport News. "Apa yang bisa mereka lakukan jika sesuatu terjadi cukup buruk? Pada pertandingan selanjutnya seharusnya pintu stadion ditutup. Mereka ingin melakukan sesuatu tentang hal itu, kemudian melakukan yang drastis. Lakukan sesuatu di mana orang-orang akan mengatakan, 'Woah, apa yang terjadi di balik pintu yang tertutup itu?' Itu saja. Hal itu (tindakan tidak sportif) akan berhenti dalam satu gerakan," beber Wright.

Sementara itu, mantan Pelatih Arsenal dan Tottenham, George Graham, menilai, sudah waktunya pemerintah mengambil tindakan atas kejadian ini. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau