Stres Jangka Panjang Bikin Otak Mengecil

Kompas.com - 04/10/2011, 11:39 WIB

Kompas.com - Reputasi stres sebagai penyebab sel-sel penjaga keamanan dalam tubuh menjadi loyo sudah lama diketahui. Namun dampak yang ditimbulkan stres bagi kesehatan tidak berhenti sampai situ. Stres juga menyebabkan otak lama-lama menyusut.

Ada banyak penyebab stres, misalnya pernikahan yang tidak bahagia, pekerjaan yang terlalu menekan, kejadian yang menimbulkan trauma, hingga persoalan sepele seperti kemacetan. Jika stres dibiarkan menahun maka dampaknya cukup berbahaya bagi otak.

Ketika stres tubuh akan melepaskan zat-zat kimia. Dalam jangka panjang zat kimia tersebut akan bersifat toksik pada jaringan otak, bahkan bisa membunuh sel-sel otak jika zat kimia yang disebut kortikosteroid itu berkelimpahan dan berlangsung lama.

Kortikosteroid sebenarnya diperlukan tubuh untuk meningkatkan kecepatan reaksi terhadap ancaman atau sering disebut respon melawan atau menghindar (fight or flight), dengan cara menekan sistem imun tubuh dan meningkatkan jumlah gula dalam peredaran darah.

Hippocampus, bagian dari otak yang bertanggung jawab dalam hal pembentukan memori, merupakan bagian yang paling rentan terhadap stres. Itu sebabnya para ahli menganggap stres berkaitan erat dengan terjadinya penyakit demensia.

Para ilmuwan menemukan kondisi otak yang mengecil itu ketika mereka melakukan pemindaian otak pasien yang menderita stres akibat trauma pasca serangan 9/11. Ukuran hippocampus yang mengecil itu hampir sama dengan ukuran otak pasien lanjut usia yang menderita demensia.

Kendati begitu, para ahli mengatakan hasil penelitian ini mungkin terlalu dini untuk menyimpulkan efek stres pada otak karena jumlah respondennya terlalu sedikit.

Sementara itu beberapa penelitian telah menemukan para veteran perang yang menderita sindrom pasca trauma juga menderita gangguan otak yang berat.

Penelitian juga pernah mengungkap stres yang dialami orang usia pertengahan bisa meningkatkan risiko Alzheimer's. Mereka yang sering dilanda stres dan kecemasan juga beresiko dua kali lebih tinggi menderita demensia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau