Johnny Darmawan: Saya Ingin Yaris Dirakit di Indonesia

Kompas.com - 04/10/2011, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Toyota belum puas menguasai segmen MPV low (Avanza) dan medium (Kijang Innova) di pasar mobil Indonesia. Target berikutnya adalah membawa Yaris, segmen sub-kompak atau B-segment menjadi nomor satu di Indonesia. Di segmen ini, Toyota belum bisa mengalahkan rival yang selalu unggul, yaitu Honda Jazz.

Karena itu pula, Toyota Astra Motor (TAM), APM Toyota di Indonesia, gencar membuat berbagai acara untuk memopulerkan Yaris di kalangan anak muda. Salah satunya adalah event Yaris Show Off.

Selisih tipis
"Saya ingin Yaris dirakit di Indonesia. Ini baru wacana," ungkap Jonny Darmawan, Presiden Direktur TAM, kepada wartawan dalam konferensi pers Yaris Show Off di Jakarta, Minggu lalu. Targetnya, tentu saja membuat harga Yaris makin kompetitif, seperti kompetitornya,  Jazz.

Sementara itu, Auto2000, dealer utama terbesar Toyota di Indonesia, mengaku bahwa Yaris telah mengungguli Jazz di beberapa daerah penjualan. Sejak Juni, Juli, dan Agustus, di penjualan Yaris di Jakarta sudah mengungguli kompetitornya. Kendati demikian, untuk total penjualan (berdasarkan register polisi) dari Januari sampai Agustus 2011, Jazz hanya 21 unit. Komposisinya, Yaris 5.712 unit dan Jazz 5.733 unit.

Beberapa waktu lalu, CEO Auto2000 Jodjana Jody mengatakan keyakinannya bahwa Yaris segera bisa mengalahkan Jazz, terutama dengan munculnya All-New Yaris.

Revisi target
Sementara produksi Toyota di Indonesia mulai pulih , TAM merevisi target penjualan tahun ini tanpa menyebutkan angka detail. "Pokok 36 persen," ucap Johnny sembari memperkirakan penjualan mobil di Indonesia tahun ini adalah 870.000 unit. Dengan demikian, Toyota berharap bisa membukukan penjualan tahun ini 313.000 unit. Pada awal tahun, Toyota menargetkan 280.000 unit.  

Sampai akhir Agustus lalu, penjualan ritel Toyota di Indonesia sudah mencapai 209.720 unit atau memperoleh porsi 36 persen dari total pasar mobil di Indonesia. Nah, dengan rata-rata penjualan setiap bulan 26.215 unit, dalam empat bulan, termasuk September ini, penjualan akan bertambah 104.860 unit.  

Nyatanya, September saja, Toyota membukukan penjualan 30.114 unit atau total sudah mencapai 240.045 unit. Berarti, untuk mencapai target 313.000 unit dalam tiga bulan terakhir 2011, yaitu menambah sekitar 75.000 unit, akan lebih mudah.

Top dah, dan berarti rekor baru lagi!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau