KOMPAS.com - Menurunnya kondisi perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa saat ini membuat peluang pasar Asia menjadi terbuka. Termasuk, Indonesia tentunya.
Namun demikian, untuk tiba pada harga barang yang kompetitif, terlebih barang elektronik, persoalan yang dihadapi bukan sekadar pemindahan basis produksi ke Indonesia dari negara asal seperti China. Menurut hemat Presiden Direktur Midea Electronics Indonesia Jino Sugianto pada Selasa (4/10/2011), relokasi itu harus berlandaskan semangat semua bahan dan komponen dibuat dan dirakit di Indonesia. "Jadi, sifatnya harus fully manufactoring bukan sekadar assembling," katanya dalam kesempatan peluncuran mesin cuci tipe bukaan depan (front loading) Midea seri Himalaya.
Menurut Jino, sejak hadir kali pertama di Indonesia setahun silam, Midea memang berencana untuk mendirikan pabrik di Tanah Air. Studi mengenai berbagai kelayakan memang tengah berjalan sampai kini.
Setidaknya, selain hal tersebut di atas, Midea juga menaruh perhatian pada segi ekspor untuk memenuhi permintaan di kawasan sekitar Indonesia, di samping kebutuhan dalam negeri. "Harus bertujuan ekspor. Kalau tidak, harga produk tetap tidak kompetitif," imbuh Jino.
Selanjutnya, Jino memberikan gambaran kondisi di China. Sejak berdiri pada 1968, Midea terus meningkatkan efisiensi pabrik dan permintaan. Sampai sekarang, tingkat permintaan di dalam negeri China untuk Media enam kali lipat ketimbang Indonesia. "Tak bisa dimungkiri, tingkat efisiensi di China masih lebih baik," imbuh Jino.
Segmen lain yang juga menjadi perhatian untuk harga kompetitif adalah soal komponen yang ternyata memang tidak diproduksi di Indonesia lantaran alasan nilai keekonomian. Pilihannya, terang Jino, memang pada vendor-vendor lokal.
Lalu, tak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan di Indonesia. Pada akhirnya, menurut Jino, kalau persyaratan-persyaratan tersebut sudah memadai, harga produk baru benar- benar bisa kompetitif.
Bukaan depan
Data EMC juga menunjukkan pada semester pertama 2010, penjualan tipe tabung kembar ada di posisi 387.000 unit, bukaan atas 110.000 unit, dan bukaan depan 30.000 unit. Sementara, pada semester pertama 2011, penjualan tipe tabung kembar di angka 552.000 unit, bukaan atas 173.000 unit, dan bukaan depan 41.000 unit.
Dari situ, aku Jino, Midea menyasar penguasaan pasar tipe bukaan depan hingga 15 persen pada 2012. Pada semester kedua tahun ini, menurut Jino, pihaknya menguasai 10 persen pasar. "Semester pertama 2011, kami menguasai 6 persen," demikian Jino Sugianto.