Teror

Suriah Lakukan Intimidasi

Kompas.com - 04/10/2011, 20:39 WIB

KOMPAS.com — Tudingan terbaru bagi Suriah adalah melakukan intimidasi sistematis kepada para aktivis oposisi yang tinggal di luar negeri. Amnesty International dalam pernyataannya mengemukakan hal itu.

Menurut warta AP dan AFP pada Selasa (4/10/2011), pihak Amnesty mengeluarkan pernyataan tersebut berlandaskan keterangan lebih dari 30 aktivis oposisi dimaksud. "Staf kedutaan Suriah sering mengancam kami," begitu pernyataan aktivis.

Para aktivis ini tinggal di delapan negara, Inggris, Kanada, Cile, Perancis, Jerman, Spanyol, Swedia, dan Amerika Serikat. "Warga Suriah yang tinggal di luar negeri secara damai berusaha mengangkat pelanggaran yang, menurut kami, sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan itu menjadi ancaman bagi rezim Suriah," kata peneliti Amnesty, Neil Sammonds.

Muncul pula tuduhan bahwa para pejabat kedutaan mengancam akan memberikan balasan kepada sanak keluarga aktivis di Suriah.

Menurut Amnesty, dalam banyak kasus para pejabat Suriah mengambil foto pengunjuk rasa di luar Kedutaan Suriah di beberapa negara. Mereka kemudian mendapat berbagai bentuk intimidasi, antara lain, melalui telepon, surat elektronik, dan pesan-pesan di Facebook dengan peringatan agar mereka menghentikan aksi mereka.

Beberapa aktivis mengaku mendapat ancaman langsung dari pejabat kedutaan.

Naima Darwish melalui Facebook menyerukan protes di depan Kedutaan Suriah di Santiago, Cile, dan dia mengaku dihubungi langsung oleh seorang pejabat senior dan minta bertemu langsung. "Dia meminta saya menghentikan aksi seperti itu," katanya kepada Amnesty.

"Dia mengatakan, saya tidak akan bisa kembali ke Suriah bila saya terus menggalang aksi," tambah Darwish.

Duta Besar Amerika Serikat di Damaskus Robert Ford juga kembali mengeluarkan kecaman terhadap Pemerintah Suriah. Dia mengatakan, Suriah harus menghentikan hal yang disebut penindasan luar biasa.

Pekan lalu, para pendukung Presiden Suriah melempari mobil Robert Ford dengan batu, tomat, dan telur ketika dia akan menemui seorang tokoh oposisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau